Breaking News:

Virus Corona

Viral Gorengan Dibungkus Pakai Kertas Bekas Hasil Swab PCR Positif Covid-19, Ternyata Ini Bahayanya

iral di media sosial, foto sebuah kertas hasil swab Covid-19 digunakan sebagai alat bungkus gorengan. Kemenkes ingatkan bahayanya.

Editor: Hanang Yuwono
ISTIMEWA/Akun Instagram @infodepok_id
Layar tangkap unggahan surat hasil Swab Positif Covid-19 dijadikan bungkus gorengan di akun instagram @infodepok_id 

TRIBUNSOLO.COM -- Viral di media sosial, foto sebuah kertas hasil swab Covid-19 digunakan sebagai alat bungkus gorengan.

Yang bikin kaget, ternyata kertas tersebut menunjukkan bahwa pasien melakukan swab dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Dinas Pendidikan: 70 Ribu Siswa SMP - SMA di Solo Siap Ikut Vaksinasi Covid-19 Usia 12-17 Tahun

Baca juga: Viral Kertas Hasil Tes Swab Positif Covid-19 Dipakai Bungkus Gorengan, Polisi Siap Turun Tangan

Viralnya foto itu bermula dari unggahan akun @infodepok_id mengunggah foto tersebut di Instagram pada Senin (26/7/2021). Dalam foto itu, terlihat hasil tes positif virus corona yang dikeluarkan pada Februari 2021, yang artinya sudah sekitar 5 bulan yang lalu.

Mengetahui hal tersebut, pembeli merasa takut atas gorengan yang dibelinya karena dibungkus dengan dokumen swab yang menunjukkan hasil positif Covid-19.

"Ini kita tadi beli gorengan bungkus gorengan bekas dokumen hasil SWAB positif. Lah kita makan gorengan jadi gimana gitu jadi ngeri-ngeri sadap gitu," tulis akun tersebut pada caption.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, kertas surat hasil tes tidak berisiko menularkan virus corona. Namun, Nadia mengingatkan Covid-19 dapat bertahan di permukaan benda, termasuk kertas tersebut.

"Misalnya, orang positif Covid-19 droplet-nya bisa menempel di kertas itu," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/7/2021).

Nadia mengatakan meski waktu pengambilan tes sudah lama, ada potensi virus yang menempel pada kertas itu.

Menurut Nadia, bisa saja berasal dari droplet orang lain yang mungkin positif Covid-19 dan tanpa gejala (OTG).

"Kalau sudah lama pasti tidak ada penularan dari pasien yang positif. Tapi justru kemungkinan penularan dari orang lain yang mungkin OTG dan tidak mengetahui dia positif dan menempel di kertas tersebut," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved