Breaking News:

Viral

Nasib Pasutri Korban Pemukulan Satpol PP Gowa, Pemilik Warkop Terancam Kehilangan Tempat Usahanya

Kabar terbaru datang dari pasangan suami istri korban pemukulan Satpol PP Gowa yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Facebook Ivan Van Houten
Capture video viral Oknum Satpol PP Gowa pukul ibu hamil yang merupakan pemilik warkop Warkop Ivan Riyana, Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2021. 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar terbaru datang dari pasangan suami istri korban pemukulan Satpol PP Gowa yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Belum selesai tudingan bohong ngaku hamil, kini terancam kehilangan warksop tempat usahanya.

Baca juga: Pemilik Warkop yang Bebas Usai Dikurung 3 Hari Ceritakan Pengalamannya Ditahan: Jangan Seperti Saya

Pemerintah Kabupaten Gowa menuding warkop milik Nur Halim atau Ivan dan Amriana atau Riyana, telah menyerobot lahan negara.

Riyana bahkan heran, warkop yang telah ia buka sejak puluhan tahun lalu baru dipermasalahkan sekarang.

Riyana mengakui belum pernah mengurus izin.

Ia menganggap usahanya sudah bisa berjalan sesuai aturan dengan modal izin dari kantor desa.

"Kalau izin dari Dinas Penanaman Modal (Gowa) memang kami belum ajukan karena kami anggap izin dari kantor desa sudah cukup," jelas Riyana.

Meski belum mengurus izin formal, Riyana membatah telah menyerobot lahan tugu pahlawan dan makam pahlawan.

"Kami tidak melakukan penyerobotan buktinya tugu masih berdiri.

Sejak awal kok tidak pernah dirawat, ini tugu lihat saja catnya sudah usang," ujar Riana.

Riyana merasa heran, warkopnya sudah ada sejak lama namun baru dipermasalahkan sekarang.

"Saya heran warung kopi ini sudah berdiri sejak sepuluh tahun lalu dan kenapa baru dipertanyakan semua tentang izin dan lahannya," kata Riyana.

Baca juga: Viral Warga Boyolali Jual Paket Soundsystem di Pinggir Jalan untuk Bayar Bank, Ini Kisaran Harganya

Konfirmasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPM-PTSP ) Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas mengatakan warkop milik Riyana dan Ivan tidak memiliki izin.

"Kami telah cek di NIB (nomor izin berusaha) dan OSS (online single submision) dan data warung kopi tersebut belum ada," kata Indra seperti dikutip dari Kompas.com.

Warkop tersebut memang menyatu dengan rumah Riyana dan Ivan.

Sebelumnya menjadi tempat tugu pahlawan.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni mengatakan sebelum warung itu berdiri, lokasi tersebut menjadi tempat tugu pahlawan.

Menurut Arifuddin Saeni di lahan itu juga terdapat empat makam pahlawan.

"Di sana ada tugu pahlawan dan makam pahlawan yang sekarang berubah menjadi warung kopi tapi kami belum mengambil tindakan untuk mengembalikan fasilatas sosial tersebut sebagaimana mestinya" kata Arifuddin Saeni.

Capture video viral Oknum Satpol PP Gowa pukul ibu hamil yang merupakan pemilik warkop Warkop Ivan Riyana, Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2021.
Capture video viral Oknum Satpol PP Gowa pukul ibu hamil yang merupakan pemilik warkop Warkop Ivan Riyana, Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2021. (Facebook Ivan Van Houten)

Sempat viral saat dipukul Satpol PP.

Sekadar mengingatkan Ivan dan Riyana dipukul oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan pada Rabu (14/7/2021).

Pasangan suami istri ini dipukul saat Satpol PP Gowa melakukan razia PPKM di warkop, Panciro, Gowa.

Mardani Hamdan lalu ditetapkan sebagai tersangka.

Kini Mardani Hamdan telah ditahan.

Setelah beberapa lama, sebuah ormas melaporkan Riyana dan Ivan ke Polisi.

Mereka dilaporkan atas tuduhan menyebar berita bohong soal kehamilan Riyana.

Kini masalah kembali datang.

Dituduh Bohong Ngaku Hamil

Amriana dan Ivan dilaporkan ke Polisi atas dugaan menyebar berita bohong soal kehamilannya.

Amriana mengaku kondisi perutnya memang kadang membesar, kadang juga mengecil.

Atas pengakuannya saat tindakan pemukulan oknum Satpol PP Gowa, Amriana dan Ivan dipolisikan oleh sebuah ormas, Brigade Muslim Indonesia (BMI).

Ketua BMI Zulkifli mengatakan pihaknya melaporkan Amriana dan Ivan karena kecewa atas pengakuan kehamilan yang diduga palsu.

"Kami merasa kecewa sebab korban ternyata tidak hamil padahal telah tersebar luas bahwa ia mengakui kehamilannya sudah 9 bulan dan setelah tes USG ternyata negatif," kata Zulkifli seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Sementara Amriana mengaku pasrah setelah mengetahui dirinya dan sang suami dilaporkan ke Polisi.

Riyana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro
Riyana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro (TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)

Baca juga: Viral Perjuangan Kakek Rela Bersepeda 15 Km demi Ikut Vaksin, Ternyata Seharian Belum Makan

"Iya saya sudah dapat informasi bahwa saya dilaporkan akan berita palsu terkait kehamilan saya dan ini saya serahkan sepenuhnya kepada Allah,

Allah Maha Adil dan tidak memberikan cobaan kepada hamba-Nya jika hamba-Nya tak mampu melewati cobaan ini," kata Amriana kepada Kompas.com.

Amriana mengaku perutnya saat ini sudah tak lagi besar.

Ia menganggap kondisi perutnya yang kadang membesar, dan kadang mengecil sebagai hal lumrah.

"Perut saya memang kadang membesar dan kadang mengecil, saya juga tidak tahu penyebabnya apa," kata Amriana.

Padahal ia mengaku ingin sekali menjadi seorang ibu.

"padahal saya ingin sekali kembali menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan anak tetapi segalanya kami serahkan kepada Allah," kata Amriana.(*)

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved