Breaking News:

Santosa Doellah Meninggal Dunia

Inilah yang Bikin Sosok Santosa Doellah Bergelar Sang Empu Batik, Ternyata Ciptakan 300 Motif Batik

Dedikasi mendiang Santosa Doellah dalam dunia batik membuatnya diganjar gelar empu batik.

TribunSolo.com/Dok Isi Solo
Sosok Santosa Doellah yang mendapatkan gelar Empu Batik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Solo pada 2012 silam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM - Dedikasi mendiang Santosa Doellah dalam dunia perbatikan membuatnya diganjar gelar empu batik.

Gelar itu didapatkan pemilik batik Danar Hadi tersebut dari Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Solo pada 2012 silam.

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Solo, Joko Budiwiyanto mengatakan penganugerahan gelar tersebut atas prakarsa program studi desain mode batik.

"Harapannya beliau bisa menjadi narasumber dalam pengkajian batik, teknik pembuatan batik, manajemen pengelolaan usaha batik, tempat magang mahasiswa, dan narasumber seminar dan workshop," kata Joko kepada TribunSolo.com, Selasa (3/8/2021).

"Sehingga dapat memberikan kontribusi besar bagi penggalian ilmu batik, pelestarian batik, pengembangan dan terapannya di masyarakat," tambahnya.

Wawasan mendiang soal batik bisa dikatakan mumpuni.

Ia bahkan telah menciptakan lebih dari 300 motif batik.

Motif-motif ciptaannya diproduksi melalui grup usaha Danarhadi milik mendiang. Usaha itu sudah ada sejak 1967.

Bukan hanya itu, Santosa Doellah juga dikenal sebagai pengolektor batik. Ia terus memburu batik-batik kuno yang tersebar di berbagai daerah.

Lebih kurang 10 ribu lembar bati kuno berhasil ia koleksi, bahkan batik buatan abad 19 dipunyanya.

Koleksinya itu bisa dinikmati di Museum Batik Danarhadi Solo.

Baca juga: Tak Dimasukkan ke Rumah, Jenazah Santosa Doellah Dishalatkan di Dalam Mobil di Jalan Radjiman Solo

Baca juga: Kisah Sukses Santosa Doellah : Umur 26 Tahun Buat Batik Danar Hadi, Akhirnya Diberi Gelar Empu Batik

Ditambah, Santosa Doellah sampai akhir hayatnya tetap mempertahankan produksi batik tulis.

"Beliau sebagai pelaku, pengusaha batik yang sukses yang dirintis dari bawah, dan masih konsisten mempertahankan batik tulis," ucap Joko.

"Kepakaran, pengetahuan, dan teknik batik sangat dikuasai, seperti batik Keraton, dan batik pesisir," tambahnya.

Joko menuturkan semasa hidupnya, ISI Solo berharap mendiang bisa mengajarkan pengetahuannya kepada para mahasiswa.

"Tapi, karena kondisi beliau yang sudah sepuh dan keluarganya juga membatasi aktivitasnya, sehingga tidak diizinkan mengajar oleh keluarga," tutur dia.

"Hanya diizinkan untuk mengisi seminar," tambahnya.

Bagi Joko, mendiang merupakan sosok yang ramah, karismatik, dan suka berbagi ilmu.

"Beliau seorang pengusaha batik yang gigih dan kuat," aku dia.

"Bisa menjadi panutan, bisa menerima siapa saja yang membutuhkan informasi terkait batik, kharismatik, sosok yang low profil tapi berwibawa, suka berbagi ilmu," ucapnya.

Kisah Sukses Santosa Doellah

Perjalanan Santosa Doellah dalam bidangnya menggeluti usaha batik penuh liku hingga akhirnya menjadi besar.

Santosa Doellah menjadi salah satu pengusaha batik yang tidak sembarangan, karena dengan melalui tangan dinginnya warisan budaya itu terjaga.

Bahkan batiknya terkenal di mana-mana, tak hanya Indonesia tetapi luar negeri.

Makanya Santosa Doellah mendapat gelar Empu Batik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada 2012 silam karena selama ini menciptakan motif, melestarikan hingga memajukan batik.

Lantas bagaimana perjalannya hidupnya?

Kepergian Pemilik Batik Danar Hadi, Santosa Doellah meninggal dunia Senin (2/8/2021) yang akan dimakamkan pada Selasa (3/8/2021) ini.
Kepergian Pemilik Batik Danar Hadi, Santosa Doellah meninggal dunia Senin (2/8/2021) yang akan dimakamkan pada Selasa (3/8/2021) ini. (Tribunnews.com)

Pria yang lahir di Solo pada 7 Desember 1941 itu merintis usaha yang kini merajai di mana-mana pada 1967 silam.

Sejak awal, Santosa muda yang kala itu berusia 26 tahun sudah membuka usahanya bernama Batik Danar Hadi.

Putra pasangan Dr Doellah dan Fatimah Wongsodinomo itu, adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.

Bakat membuat batiknya sudah didapatkan sejak Santosa berumur 15 tahun yang belajar dari kakeknya R.H.Wongsodinomo, terlebih juga keluarga istrinya juga pembatik.

Baca juga: Potret Rumah Duka Pemilik Batik Danar Hadi di Solo Santosa Doellah : Banjir Karangan Bunga & Pelayat

Baca juga: Dimakamkan di TPU Pracimaloyo Makamhaji, Pemakaman Jenazah Santosa Doellah dengan Protokol Covid-19

Adapun nama Batik Danar Hadi diambil dari dua suku kata pertama nama istri Danarsih Hadi Santoso dan nama depan mertuanya Danar Hadi.

Berkat keuletannya mengelola usahanya, dia bisa membawa perusahaan yang saat itu membawahi 20 pembatik menjadi berkibar dan besar.

Diketahui, selain punya 20 pembatik dia juga mengawali usaha dengan 29 pak kain mori dan 174 lembar kain.

Saat awal usaha dia memproduksi batik tulis Wonogiren.

Ternyata batik yang diperkenalkan olehnya laris manis bak kacang koreng karena motif dan kualitasnya.

Tak hanya produksi semata, setahun setelah itu pada 1968 dia berhasil membuka perkampungan batik.

Belum berhenti dua tahun berikutnya pada 1970 dia menciptakan perkampungan batik di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen hingga Pekalongan dan Cirebon pada tahun-tahun berikutnya.

Tak hanya di jagad Indonesia, Santosa membuka sejumlah outlet di luar negeri, seperti di Singapura dan di Jeddah.

Bahkan hingga ekspor batik ke kawasan Jepang, Amerika Serikat hingga Italia.

Tinggalkan Istri dan 3 Anak

Kepergian Santosa Doellah meninggalkan seorang istri, 3 anak dan 8 cucu.

Dalam selebaran berita lelayu yang didapatkan TribunSolo.com, pengusaha batik terkenal di Indonesia itu meninggal dunia Senin (2/8/2021) pukul 18.09 WIB.

Adapun jenazah dimakamkan di Makam Pracimaloyo di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (3/8/2021) pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Pendiri Batik Danar Hadi Santosa Doellah Meninggal karena Covid-19, Begini Kondisi Rumah Duka 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pendiri Sekaligus Pemilik Batik Danar Hadi, Santosa Doellah Meninggal Akibat Covid-19

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka yang jadi pusat Batik Danar Hadi di Jalan Dr Rajiman No 164, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Berikut orang terdekat yang ditinggalkan Santosa Doellah :

Istri :

Danarsih Santoso

Putra :

1. Diana Kusuma Dewati

2. Dian Kusuma Hadi - Nike Tiara Kencana

3. Dewanto Kusuma Wibodo - Nur Ifani Chairunnisa

Cucu :

1. Dhanadi Kusuma Wardana

2. Ardian Kusuma Nusa

3. Rendy Premo Putra Santosa

4. Muhammad Arjuna Dwi Putra Santosa

5. Muhammad Rama Tri Putra Santosa

6. Muhammad Dennis Putra Santosa

7. Muhammad Dennis Putra Santosa

8. Ardifa Aliyya Putra Dewanto

Adapun dalam keterangannnya, pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan.

Banjir Karangan Bunga

Sekitar seratusan karangan bunga di antaranya dari para tokoh membanjiri rumah duka Pemilik Batik Danar Hadi, Santoso Doellah, Selasa (3/8/201).

Rumah duka tersebut berada di Jalan Dr Rajiman No 164, Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Solo yang selama ini menjadi pusat dari perusahaan batiknya.

Dari pantauan TribunSolo.com, karangan bunga menjejali di halaman rumah hingga sepanjang Jalan Dr Radjiman sehingga terlihat penuh.

Karangan bunga itu datang sejak pengusaha batik tersohor itu dikabarkan meninggal dunia pada Senin (2/8/2021) pada pukul 18.09 WIB.

Baca juga: Sosok Pemilik Batik Danar Hadi di Mata Gibran, Wali Kota : Kami Kehilangan Tokoh Penting Asli Solo

Baca juga: Biodata Sontosa Doellah : Sejak Muda Tekuni Batik hingga Bisa Ekspor, Sampai Diberi Gelar Empu Batik

Pemilik perusahaan batik terbesar di Kota Bengawan ini membuat dia selama ini dikenal oleh banyak kalangan pejabat bahkan Presiden Jokowi pun kenal akrab dengan beliau.

Terlihat mulai dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Karena saking banyaknya, Satpam Batik Danar Hadi mengaku sampai kualahan menata.

Terlebih ada sekitar 100-an karangan bunga yang menjejali rumah duka.

Dia menyebut ada juga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang dibawa ke makam," kata Satpam yang enggak disebutkan namanya.

“Karangan bunga mulai datang sejak 22.00 WIB ke ruma duka," aku dia membeberkan.

Terpapar Covid-19

Jenazah Pemilik Batik Danar Hadi, Santosa Doellah dimakamkan di TPU Pracimaloyo di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (3/8/2021).

Dari pengamatan dan juga berita lelayu yang didapatkan TribunSolo.com, proses pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Sosok pengusaha batik sukses yang terkenal seantero Indonesia itu, meninggal pada usia 79 tahun di Rumah Sakit Indriyati pada Senin (2/8/2021) pukul 18.00 WIB.

Menurut tokoh Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) sekaligus kerabat, Sumartono Hadinoto, jika Santosa Doellah meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Beliau dirawat di ruang ICU rumah sakit Indriyati," katanya kepada TribunSolo.com.

"Dengan diagnosa Covid-19," imbuhnya.

Sumartono menjelaskan,sempat menghubungi istri dari Santosa sesaat sebelum dirinya wafat.

"Saya sempat menghubungi ibu Danar Hadi menanyakan kondisi beliau," jelasnya.

"Sempat pulang sebentar ke rumah, namun kembali lagi rumah sakit karena Covid-19nya kembali parah," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved