Breaking News:

Viral

Potret Rumah Anak Akidi Tio: Ngaku Uang Rp 2 T di Singapura, Profesi Suami Heriyanti Diungkap Pak RT

Kini rumah Heriyanti mendadak ramai oleh orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran soal uang donasi Rp 2 triliun tersebut.

Editor: Hanang Yuwono
SRIPOKU.COM / Odi Aria
Penampakan halaman depan rumah Heriyanti di Palembang, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNSOLO.COM -- Banyak yang penasaran akan potret rumah Heriyanti, anak Akidi Tio yang sesumbar bakal mendonasikan uang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Kini rumah Heriyanti mendadak ramai oleh orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran soal uang donasi Rp 2 triliun tersebut.

Sebelumnya diberitakan TribunSolo.com, dari penelusuran polisi, rekening bilyet yang disebutkan untuk menyumbang penanganan Covid-19 tersebut ternyata tidak mencapai Rp 2 triliun.

Baca juga: Misteri Uang Rp2 Triliun Anak Akidi Tio Perlahan Terungkap, Saldo di Rekening Ternyata Tak Mencukupi

Baca juga: Menantu Akidi Tio Akui Uang Rp 2 Triliun di Singapura, Tetangga Sebut Rudi Berprofesi Driver Online

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi.

Ia mengatakan bilyet giro senilai Rp 2 triliun yang diberikan Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio ternyata tidak mencukupi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menerima bantuan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, Almarhum Akidi Tio untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021).
Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menerima bantuan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha asal Langsa, Aceh Timur, Almarhum Akidi Tio untuk dana penanganan Covid-19, Senin (26/7/2021). (DOK. HUMAS POLDA SUMSEL)

"Jadi maksudnya di rekening bilyet tersebut tidak cukup saldonya," ujar Supriadi saat menggelar press release di depan gedung Widodo Budidarmo Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (3/8/2021) sore, dikutip dari Tribun Sumsel.

Temuan ini terungkap setelah kepolisian melakukan koordinasi dan pengecekan terhadap bank mandiri di Sumatera Selatan (Sumsel) sesuai dengan bilyet giro yang diberikan Heriyanti.

Namun tidak diketahui kepastian berapa jumlah nominal yang terdapat dalam bilyet tersebut.

"Terkait nama pemilik rekening, saldonya serta data daripada nasabah ini merupakan rahasia pihak bank. Jadi tidak bisa diberikan oleh pihak bank kepada kepolisian. Hanya saja ditegaskan saldo tidak cukup pada rekening tersebut," ucapnya.

Saat disinggung mengenai perkembangan dalam penanganan kasus Heriyanti, Supriadi mengatakan, penyidik masih mengambil keterangan para saksi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved