Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Meski Ada PPKM Level 4, Proyek Masjid Syeikh Zayed Solo dari Pangeran UEA untuk Jokowi Jalan Terus

PPKM Level 4 tak menghambat pembangunan Masjid Raya Syeikh Zayed hadiah untuk Presiden Jokowi dari Pangeran UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahlan.

TribunSolo.com/Adi Surya Samodra-GulfNews/Virendra Saklani
Gambar desain masjid hadiah bagi Jokowi dari Pangeran UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahlan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (3/3/2021). Masjid Shaikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Desain masjid ini menjadi desain masjid hadiah Pangeran UEA untuk Jokowi yang akan berdiri di Gilingan Solo. 

Pembangunan masjid Sheikh Zayed sendiri sudah memasuki tahap pemagaran lokasi.

Seperti diketahui, masjid tersebut dibangun di lahan bekas Depo Pertamina, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Hadiah Pangeran UEA di Solo Segera Dibangun, Ditargetkan 15 Bulan Selesai

Baca juga: Yussa Nugraha Eks Pemain Feyenoord Ikut Latihan Bersama Persis Solo, Sudah Resmi Bergabung?

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pembangunan masjid bisa segera dilaksanakan.

Terlebih, pihak kontraktor pembangunan masjid sudah ditunjuk, yakni PT Waskita Karya (Persero) tbk.

"Kemarin pemenang tendernya udah kepilih. Tinggal jalan," kata Gibran, Jumat (21/5/2021).

"Yang jelas kemarin pemenang tendernya sudah kepilih Waskita," tambahnya.

Pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirate Arab Sheikh Mohammed bin Al Nahyan tersebut diprediksi memakan waktu 15 bulan.

Gibran berharap pembangunan rampung sesuai target.

"Nanti kalau tidak salah pembangunannya 15 sampai 16 bulan. Harus sesuai target," ucapnya.

Ditargetkan 15  Bulan

Proses pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Solo akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Kontraktor pembangunan masjid tersebut pun sudah digedok, yakni PT Waskita Karya (persero) tbk.

"InsyaAllah sudah mulai proses pembangunannya," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, Hidayat Maskur, Jumat (21/5/2021).

"Kemarin waktu puasa, tanggal 28 April 2021, kita sudah MoU untuk penyerahan seluruh aset," tambahnya.

Artinya, Waskita sudah bisa memulai pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirate Arab Sheikh Mohammed bin Al Nahyan tersebut.

Dari pantauan TribunSolo.com, proses pemagaran sudah dilakukan kontraktor di lahan bekas Depo Pertamina Gilingan seluas lebih kurang 3 hektare.

"Sudah mulai pemagaran, pemagaran selesai, pembuatan kantor Waskita Karya sudah dibuat," ucap Hidayat.

Surat izin pembangunan masjid dan proses pengukuran arah kiblat, sambung Hidayat, juga sudah rampung.

"Setelah pengukuran arah kiblat tentunya akan diikuti dengan pondasi dan sebagainya. Ya, rencana (rampung) 15 bulan," ujar dia.

Baca juga: Update Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo: Kontraktor PT Waskita, Pembangunan Seusai Lebaran

Baca juga: Sebulan Ground Breaking, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hadiah Pangeran Arab Belum Dibangun, Ada Apa?

Terkait material pembangunan masjid, Hidayat mengungkapkan berasal dari Indonesia, termasuk disuplai Solo dan sekitarnya.

"Untuk bahan-bahan tertentu yang tidak ada di sini baru (akan disuplai dari luar negeri)," ungkapnya.

Namun, ia tidak merinci material apa saja yang disuplai dari Solo dan sekitarnya.

"Nanti itu prosesnya lebih lanjut, karena memang secara keseluruhan sebetulnya yang kita terima itu bentuk masjidnya, masjidnya yang nanti akan diserahkan," ucap Hidayat.

Pembangunan Setelah Lebaran

Kontraktor pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sudah terpilih. 

PT Waskita Karya (Persero) Tbk memenangkan tender pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirate Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan untuk Presiden Jokowi itu. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka seusai meninjau pembagian BST di Kelurahan Mojosongo, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Zaskia Mecca Protes Toa Masjid, Sekelompok Anak Lewat Rumahnya Ucapkan Bangunin Sahur Diomelin

Baca juga: Polemik Bangunkan Sahur Via Toa Masjid, Zaskia Adya Mecca Ikut Berkomentar: Etis Gak?

"(Kontraktornya) PT Waskita," kata Gibran. 

Perwakilan BUMN yang bergerak dibidang konstruksi tersebut, sambung Gibran, sudah dipanggil untuk membahas pembangunan masjid. 

"Kemarin dipanggil," ucap Gibran.

Gibran belum bisa memastikan waktu pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo itu. 

Baca juga: Kisah Pilu Kakek Penjual Mainan Pulang 3 Hari Sekali, Selama Hidup di Jalan Ternyata Tidur di Masjid

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, pembangunan akan berjalan seusai lebaran. 

"Kayaknya habis lebaran," ujar Gibran. 

"Target pembangunan selesai 15 bulan," tambahnya.

Wisata Religi

Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dimulai seusai proses ground breaking dilakukan. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masjid hadiah Pengeran UEA Mohammaed bin Zayed Al Nahyan tersebut didedikasikan untuk masyarakat Indonesia. 

"Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bisa jadi mercusuar syiar Islam," kata Yaqut, Sabtu (6/3/2021).

Ke depan, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo bukan hanya untuk salat berjamaah. 

"Tapi juga untuk dakwah hingga wisata. Masjid ini untuk fungsi pembinaan fundamental," ucap dia. 

"Masjid ini untuk pembangunan peradaban, diharapkan memberikan rahmatan Lil alamin," tambahnya. 

Yaqut mengatakan biaya pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ditanggung pemerintah UEA.

"Sepenuhnya ditanggung (Pemerintah) Uni Emirat Arab," katanya. 

Yaqut menyampaikan berdirinya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sebagai bukti hubungan baik Pemerintah Indonesia dan UEA. 

"Hubungan itu akan terus ditingkatkan," ujarnya. 

Syarat Makna

Pembangunan masjid hadiah Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi dimulai. 

Ground breaking menjadi penanda dimulainya pembangunan di lahan eks Depo Pertamina Gilingan Kota Solo.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei serta Menteri BUMN Erick Thohir.

Selain mereka, ada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Ground breaking ditandai dengan pemindahan adonan semen menggunakan sekop.

Suhail mengatakan nama masjid tersebut sudah ditentukan, yakni Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.  

"Dinamakan dengan nama yang bagi kami sangat berharga yaitu nama orang tua pangeran, Sheikh Zayed dan pendiri Uni Emirat Arab Sheikh Zayed Al-Nahyan," katanya, Sabtu (6/3/2021). 

"Sebagai sebuah model, simbol bagi kami dalam meneguhkan toleransi kehidupan keagamaan," tambahnya. 

Suhail menuturkan pihaknya akan berusaha supaya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sama seperti Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi Uni Emirat Arab. 

"Saya berharap semoga masjid yang dibangun di sini bisa menjadi sumber wisata religi yang membanggakan," tutur dia. 

"Bukan hanya tempat ibadah tetapi dengan arsitektur bangunan yang menakjubkan sehingga menarik banyak wisatawan," tambahnya. 

Perjalanan Jauh

Perwakilan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) rela terbang dari Timur Tengah hanya untuk hadir dalam peletakan batu pertama atau ground breaking miniatur Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi.

Diantaranya, Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei. 

Seperti diketahui, masjid hadiah pangeran UEA untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut didirikan di lahan eks Depo Pertamina, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. 

Mereka tiba menggunakan mobil Toyota Alphard warna hitam B 2717 BZY pukul 11.22 WIB. 

Rombongan pemerintah UEA tiba bersama Wali Kota Solo Fx Hadi Rudyatmo.  

Gibran tampak mengenakan jas yang dipadukan celana kain dan sepatu warna senada hitam. 

Rombongan Gibran dan pemerintah UEA tetap menjalankan protokol kesehatan yakni mengenakan masker. 

Mereka kemudian masuk ke lokasi peletakan batu pertama miniatur Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi.

Peletakan Batu Pertama

Sebelumnya, peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi Uni Emirat Arab di Kota Solo dilakukan hari ini, Sabtu (6/3/2021).

Prosesi tersebut dilakukan di bekas Depo Pertamina, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan peletakan batu pertama tersebut akan dihadiri sejumlah tamu undangan.

Diantaranya, Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

"Ada pak Menteri BUMN Erick Thohir,  dan Gubernur Ganjar Pranowo," kata Gibran, Jumat (5/3/2021).

Menteri Suhail, sambung Gibran, rencananya tiba di Kota Solo sekira pukul 10.00 WIB. 

Ia tiba menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo. 

Gibran rencananya ikut menjemput Menteri Suhail.

"Begitu mendarat langsung ke Gilingan. Setelahnya makan siang lalu meninjau lokasi Islamic Center. Lalu pulang," ucapnya. 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum bisa dipastikan hadir saat peletakan batu pertama Masjid hadiah pangeran Uni Emirat Arab tersebut. 

"Tanya pak Presiden. Belum tahu jadwalnya," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved