Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Keras, Pengamat Politik UNS Sebut Pemasangan Baliho oleh Kader Parpol Sebagai Ujian Komitmen

Pengamat Psikologi Politik UNS, Moh Abdul Hakim mengatakan, fenomena pemasangan baliho ini disebut sebagai politik dagang, ujian komitmen para kader

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Baliho Puan Maharani yang bertebaran di Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pandemi covid-19 di Indonesia belum usai, namun nuansa 2024 sudah dimulai.

Hal ini nampak dari pemasangan sejumlah baliho berbagai tokoh politik di Indonesia.

Baliho ini sudah terpasang hampir diseluruh daerah.

Pengamat Psikologi Politik UNS, Moh Abdul Hakim mengatakan, fenomena pemasangan baliho ini disebut sebagai politik dagang.

Ya, pemasangan baliho ini untuk mendongkrak eletebilitas para tokoh politik, menyongsong Pemilu serentak 2024.

"Saya kira dalam iklim politik di Indonesia sekarang, hanya sedikit kandidat yang loyal dengan partai politik," ucap Hakim kepada TribunSolo.com, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga: Soal Pemasangan Baliho Puan Maharani, Wakil Walikota Solo: Tak Mengganggu Kinerja Pemerintahan

Baca juga: Terungkap, Ini Bocoran Sumber Dana dari Pemasangan Baliho Puan Maharani di Solo

Hakim menyebut sejumlah kader yang ikut memasang baliho karena adanya kepentingan elektoral dengan parpol tersebut.

Ia menuturkan, semakin besar modal yang dikeluarkan oleh kandidat, semakin besar harapannya untuk mendapatkan dukungan dari partai tersebut.

"Pejabat akan diminta komitmennya untuk membesarkan partainya, termasuk pasang baliho," kata Hakim.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved