Bursa Transfer Eropa

Lionel Messi PSG Diadukan ke Komisi Eropa Gara Gara Pindah ke PSG

Lionel Messi pun sudah resmi berpamitan dalam konferensi pers pada Minggu (8/8/2021) WIB. 

Tayang:
Editor: Eka Fitriani
LLUIS GENE / AFP
Lionel Messi saat berada di Barcelona 

TRIBUNSOLO.COM - Paris Saint-Germain santer diberitakan akan merekrut Lionel Messi dari Barcelona. 

Paris Saint-Germain juga dikabarkan inggal selangkah lagi mendapatkan Lionel Messi.

Tepat setelah pemain asal Argentina tersebut resmi meninggalkan Barcelona. 

Namun,meskipun tampaknya tak ada permasalahan namun ternyata PSG sempat diadukan ke Komisi Eropa.

Hal tersebut terkait isu bahwa Messi akan merapat ke PSG sejak Barcelona mengumumkan bahwa tidak memperpanjang kontrak sang megabintang Argentina pada Jumat (6/8/2021) dini hari WIB. 

Tanda-tanda kedatangan Messi ke Paris semakin menguat setelah Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengonfirmasi kabar tersebut seperti dilansir dari Barca Universal.

Baca juga: Pertandingan Pertama Tanpa Tanpa Lionel Messi, Samuel Umtiti Ngambek danTinggalkan Lapangan

Baca juga: Sudah Ditinggal Lionel Messi, Sergio Aguero Kini Cedera Sebelum Debut

Menurut laporan itu, Joan Laporta berbicara kepada seorang penggemar yang menanyakan perihal transfer Messi.

Dalam kesempatan itu Laporta mengatakan bahwa Messi pasti akan bergabung dengan PSG.

"Messi akan bergabung ke Paris Saint-Germain," ujar Laporta.

"Saya berharap dia lanjut di Barcelona, tetapi itu mustahil. Saya sudah melakukan yang terbaik," tutur Laporta menambahkan.

Akan tetapi, tidak semua pihak setuju La Pulga bergabung ke PSG. 

Dikutip dari situs Marca, sebuah laporan masuk ke Komisi Eropa atau European Commission. 

Komisi Eropa merupakan badan yang membantu Uni Eropa menyusun strategi dan kebijakan baru, serta mengawasi penerapannya. 

Komplain itu ditandatangani Juan Branco yang mewakili anggota klub Barcelona. 

Isinya adalah keberatan ke komisi tersebut perihal wacana PSG untuk menghadirkan Lionel Messi. 

Pengaduan tersebut didasarkan dari data finansial. Pihak yang mengajukan protes menilai aturan Financial Fair Play seharusnya melarang PSG merekrut Messi.

Baca juga: Liverpool Belum Dapat Pengganti Georginio Wijnaldum Hingga Kini, Fabinho Bereaksi

Baca juga: Patahkan Rumor Tak Sedap, Harry Kane Akan Kembali Berlatih dengan Spurs

“Rasio PSG soal Financial Fair Play lebih buruk dari Barcelona,” bunyi pernyataan dari Juan Branco. 

“Pada musim 2019-2020, 99 persen pendapatan PSG digunakan untuk menggaji pemain."

"Sebagai perbandingan, Barcelona hanya menggunakan 54 persen total pendapatan untuk sektor gaji pemain,” lanjut pernyataan tersebut. 

Laporan tersebut terindikasi untuk mencegah Messi berganti seragam klub. 

Namun, jika mengacu pada perkembangan situasi transfer pemain berusia 34 tahun itu, maka kecil kemungkinan protes yang diajukan bisa membuat perbedaan. 

Pasalnya, Barcelona sendiri sudah menyatakan tidak bisa mengajukan kontrak baru untuk Messi. 

Lionel Messi pun sudah resmi berpamitan dalam konferensi pers pada Minggu (8/8/2021) WIB. 

"Saya sudah melakukan semuanya untuk bertahan, tetapi keadaan tidak memungkinkan," kata Messi dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Barca TV.

"Hal ini akan menjadi perubahan sulit buat keluarga saya karena kami sudah tinggal di sini sangat lama. Namun, kami harus melakukannya," tutur Messi lagi.

Selama 17 tahun mengabdi untuk tim senior Blaugrana, Messi membantu memberi 34 gelar.

Pemilik enam Ballon d'Or itu juga meninggalkan Camp Nou dengan status sebagai top scorer sepanjang masa Barcelona lewat torehan 672 gol di berbagai ajang.(*)

 
Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved