Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Pilunya Dalang di Klaten, Tak Bisa Pentas karena Corona: Gadaikan Sertifikat Rumah Demi Sekolah Anak

Selama PPKM berjalan, kegiatan seni dan pertunjukan  masih belum diizinkan beroperasi. Hasilnya mereka harus kerja di luar bidang seni.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ilustrasi Pentas Wayang 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Selama PPKM berjalan, kegiatan seni dan pertunjukan  masih belum diizinkan beroperasi.

Hal membuat pelaku seni di Kabupaten Klaten harus menyambung hidup di luar seni untuk keluarganya.

Salah satu seniman asal Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Klaten, Ki Dalang Mas Kembar Klaten, mengatakan di tengah pandemi Covid-19, ia lakukan kegiatan yang positif.

Baca juga: Kisah Sedih dari Boyolali : Pandemi Buat Dalang Gondo Menyerah, Jual Wayang untuk Bayar Cicilan Bank

Baca juga: Mobil BMW Kesayangan Ki Manteb Soedharsono, Pernah Antar Dalang Isi Acara Hingga Sumatera

"Selama pandemi, sudah saya lakukan kegiatan positif seperti ikut usaha angkringan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Jum'at (20/8/2021).

Ki Dalang Mas Kembar Klaten mengatakan, usaha yang dia lakukan belum bisa secara maksimal untuk bertahan hidup.

Bahkan, ia mengaku terpaksa menjual peralatan pedalangannya seperti wayang, alat musik gamelan untuk mencukupi keluarganya.

Baca juga: Buku Sulukan Pedalangan, Ide Terakhir Ki Manteb Soedharsono: Belum Selesai Ditulis

"Saya juga menjaminkan sertifikat rumah untuk biaya kuliah dan sekolah anak saya," ucapnya.

Dia mengatakan, sebelum pandemi dirinya bisa pentas wayang 15 hingga 25 kali per tahunnya.

Namun, ketika pandemi datang dan muncul kebijakan PPKM, membuat dirinya dan para seniman lain tidak bisa pentas.

Baca juga: Isak Tangis Anak Ki Manteb Soedharsono Pecah, saat Jenazah Dalang Dibawa ke Makam, Bapak, Bapak

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved