Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Pendaki Panjat Tugu Hargo Dumilah  di Puncak Gunung Lawu, Bupati Juliyatmono: Bakal Kena Blacklist

Aksi seorang pendaki yang memanjat Tugu Hargo Dumilah di Puncak Gunung Lawu menjadi viral. 

Istimewa Instagram @jejak_pendaki
Tangkapan Layar Pendaki yang Nekat Memanjat Tugu Hargo Dumilah di Puncak Gunung Lawu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Aksi seorang pendaki yang memanjat Tugu Hargo Dumilah di Puncak Gunung Lawu menjadi viral. 

Pendaki tersebut terlihat dalam video yang beredar memanjat tugu sambil mengibarkan bendera merah putih.

Tedengar suara tertawa saat pendaki tersebut beraksi. 

Baca juga: Inilah Astana Girilayu, Tempat Bersemayam Trah Mangkunegaran di Kaki Gunung Lawu, Dijaga Abdi Dalem

Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Fenomena Gunung Lawu Bertopi, Ternyata Berbahaya untuk Penerbangan dan Pendaki

"Awas..awas, Madep mrene tak foto (hadap sini saya foto)," suara seseorang dalam video yang beredar tersebut. 

Sementara, video kedua berdurasi 5 detik terlihat direkam orang yang berbeda.

Kali ini pemuda yang mengenakan topi dan berkaus panjang corak hijau, menghadap ke kamera dan bangga menyebut bisa mengulangi memanjat tugu puncak Lawu lagi.

Baca juga: Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Lawu saat Malam 1 Suro Belum Bisa Dipastikan: Belum Ada Instruksi

"Kemarin saya viral naik sini. Saya naik sini lagi," Kata pemuda dalam video itu sambil berdiri dengan kedua kaki berada di antara lambang Garuda.

Mengetahui adanya video tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta untuk masyarakat yang mengenal pendaki tersebut untuk melaporkan.

"Harus diberikan peringatan dan dicari siapa mereka itu," ungkapnya kepada Tribunsolo.com, Senin(23/8/2021).

Baca juga: Aksi Heroik Relawan Selamatkan Pendaki Kelelahan di Gunung Lawu: Gendong Turun Sampai Pos 2

Tak hanya di cari, pihaknya akan melakukan blacklist terhadap pendaki yang memanjat Tugu Hargo Dumilah, juga para pendaki yang nekat melakukan pendakian selama PPKM dan tidak memiliki izin untuk naik.

"Tidak boleh naik lagi ke puncak lawu," ungkapnya.

 Juliyatmono beranggapan tindakan yang di lakukan pendaki tersebut telah merusak fasilitas umum.

"Termasuk perilaku berlebihan yang merugikan semua orang," ungkapnya.

Kedati demikian, pihaknya tidak melarang para pendaki untuk naik ke Puncak Gunung Lawu.

"Boleh-boleh saja, asal sesui aturan yang ada, jangan seperti itu," ujarnya.

Diketahui pula saat ini, mulai Minggu (22/8/2021), jalur pendakian di Cemoro Kandang Tawangmangu, Karanganyar saat ini telah dilakukan uji coba pembukaan.

Dengan maksimal kapasitas setiap harinya 200 pendaki saja. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved