Berita Sukoharjo Terbaru

Sempat Tercekik Penutupan Jalan, Kini PKL Kuliner Malam di Solo Baru Sukoharjo Mulai Berjualan Lagi

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo sudah mulai beroperasi kembali.

TribunSolo.com/Agil
Spanduk protes PKL Solo Baru lantaran jalan ditutup mereka tak bisa jualan. Pedagang rugi modal, Rabu (4/8/2021). 

Salah satu pedagang Susu Segar di Solo Baru, Sidik mengatakan, dia sudah belanja untuk modal usahanya sebesar Rp1,5 juta.

Baca juga: PKL Solo Baru Kecewa Tak Bisa Jualan, Jalan Ir Soekarno Tutup: Dagangan Dibagikan ke Masyarakat 

Baca juga: Kisah Siti Fatimah, PKL Wonogiri yang Terdampak PPKM Darurat: Cari Uang Rp 15 Ribu Sekarang Sulit

"Saya tidak tau, nanti (malam) akan berjualan apa tidak," katanya, Rabu (4/8/2021).

"Karena kalau buka, juga tidak ada yang beli," imbuhnya.

Dia mengaku sudah sangat terpukul selama penutupan jalan di Ir Soekarno ini diberlakukan.

Baca juga: Curhat Sedih PKL di Solo Dihantam PPKM : Bakul Nasgor Biasanya Masak Nasi 6 Kg, Kini Hanya 2 Kg

Penutupan jalan Ir Soekarno ini sudah dilakukan sejak pemberlakuan PPKM Darurat pada awal Juli 2021 lalu.

"Satu bulan ini saya tidak berjualan. Saya sudah koleps, sudah tidak tau harus bagaimana," ujarnya.

Hal tersebut membuat dia kebingungan, karena memiliki tanggungan untuk menafkahi keluarganya.

Baca juga: Geger Nama Bupati Karanganyar & Istri Pada Amplop Bantuan PKL Rp300 Ribu: Sudah Ditegur

Selain itu, dia juga memiliki angsuran di bank yang masih terus berjalan.

"Mungkin saya bisa menahan lapar, tapi bagaimana dengan anak istri saya," ujarnya.

Sebagai ungkapan kekecewaan, mereka membuat spanduk, yang ditempelkan ke barier peutup jalan.

Baca juga: PKL Sukoharjo Keluhkan PPKM Level 4, Pemkab Melunak & Beri Kelonggaran? Sekda : Bersabar Dulu

Ketua Paguyuban Setia Kawan PKL Solo Baru, Sudarsi mengambahkan, usulan agar jalan Ir Soekarno tidak ditutup selama 24 jam sudah disampaikan saat mediasi di Kantor DPRD Sukoharjo pada Kamis (22/7/2021) lalu.

"Jalannya ditutup tidak apa-apa, tapi berikan kami waktu untuk berjualan," ujarnya.

PKL di Solo Baru sendiri yang terdaftar di paguyuban ada sekitar 150 PKL.

"Soal bantuan, sebagian PKL di Solo Baru sudah menerima. Tapi belum semua," ujarnya.

"Tapi jika disuruh memilih, kami pilih berjualan saja daripada mendapatkan bantuan dari pemerintah. Insya allah kami bisa mandiri," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved