Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Nakes di Boyolali Keteteran Pengolahan Data Covid-19: Harus Bekerja Berkali - kali

Tenaga kesehatan (Nakes) di Boyolali tidak hanya disibukan dengan penanganan Covid-19. Mereka juga memiliki beban lainnya, soal pengolahan data.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com. Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Tenaga kesehatan (Nakes) di Boyolali tidak hanya disibukan dengan penanganan Covid-19. 

Mereka juga memiliki beban lainnya, soal pengolahan data Covid-19. 

Para Nakes ini dituntut cepat untuk mengolah data melalui aplikasi agar laporannya segera terkirim. 

Baca juga: Jadi Yatim Piatu karena Corona, Bupati Etik Suryani Jamin Pendidikan 31 Anak di Sukoharjo

Baca juga: Pilunya Dalang di Klaten, Tak Bisa Pentas karena Corona: Gadaikan Sertifikat Rumah Demi Sekolah Anak

Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono menyebut, saat ini nakes dihadapkan pada pengolahan data yang begitu rumit. 

Bukan hanya itu saja, pengisian data di aplikasi juga memakan waktu dan tenaga. 

"Nakes ini harus bekerja berkali - kali," papar Insan, Kamis (26/8/2021). 

Baca juga: Jokowi Perintahkan Harga Tes PCR Corona Turun, Kini Berapa di Solo? Gibran : Tak Sampai Rp 495 Ribu

Dia mencontohkan, saat ini untuk memasukan data ke aplikasi nakes harus jelas by name, itu dimasukan satu per satu ke kolom aplikasi. 

"Selain itu, aplikasi juga terdapat captcha untuk memastikan data itu dimasukkan oleh petugas," papar dia. 

Insan menjelaskan, saat ini ada palikasi di Pemkab Boyolali dan ada aplikasi dari Pemprov. 

Baca juga: Corona Mengganas, Eks Timnas U-19 Indonesia Besutan Shin Tae-yong Ini Kembali ke Eropa

"Data itu tak bisa diseret begitu saja ke aplikasi milik provinsi. Petugas harus memasukkan lagi satu per satu data itu ke aplikasi milik Pemprov tersebut setelah memasukan data di aplikasi Pemkab Boyolali,” ujar Insan.

“Kalau hanya satu atau dua personel saja mudah. Nah kalau ribuan bahkan hingga 1 juta data, petugas kami (Nakes) yang mblenger,” tambah Insan.

Akibatnya, belasan ribu data Covid-19 di Boyolali saat ini belum terinput di sistem aplikasi milik Pemprov Jateng.

Belum lagi, lanjutnya, masalah data tracing kontak erat pasien juga musti dimasukkan satu per satu ke dalam beberapa aplikasi yang butuh waktu. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved