Berita Klaten Terbaru

Perjalanan Angka Kematian Akibat Terpapar Covid-19 di Klaten : Sempat dalam Sehari Tembus 76 Kasus

Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten sempat melonjak, namun kini sudah berangsur menurun.

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI : Petugas mengubur jenazah terkait Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah karena TPU khusus Covid-19 sebelumnya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dan Tegal Alur, Jakarta Barat, telah penuh. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten sempat melonjak, namun kini sudah berangsur menurun.

Tim Ahli Satgas Covid-19 Klaten Ronny Roekmito mengatakan, angka kematian Covid-19 di Klaten masih menduduki angka 7,5 hingga 8 persen.

"Angka kematian Kabupaten Klaten masih tinggi, harusnya 2,8 persen," ucap Ronny kepada TribunSolo.com, Kamis (26/8/2021).

Ronny mengatakan angka kematian tertinggi di Kabupaten Klaten terjadi di bulan Juli 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Humas Setda Klaten, tingginya angka kematian tersebut yaitu sekitar 26 Juli 2021 dengan angka 76 kasus.

Baca juga: Reaksi Kader di Daerah, Dengar PAN Masuk Gerbong Pemerintahan Jokowi-Maruf dan Dapat Kursi Menteri

Baca juga: Nekatnya 3 Pemuda Klaten, Buat Rokok Tingwe dari Tembakau Gorila di Rumah, Lalu Dijual via Medsos

"Tercatat, angka kematian Covid-19 tertinggi terjadi pada Juli 2021," ujar dia.

Meskipun begitu, dia menyebut angka kesembuhan di Kabupaten Klaten malah di atas nasional.

Hal tersebut membuat para epidemiologi menjadi kebingungan dengan kasus tersebut.

"Yang terjadi di Kabupaten Klaten saat itu, merupakan anomali epidemiologi," kata Ronny.

Kemudian, ia mengatakan salah satu tingginya angka kematian Covid-19 tersebut disebabkan karena angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Klaten pada saat itu tinggi.

Lanjut, dia mengatakan dengan tingginya kasus tersebut, maka isolasi mulai difokuskan ke isolasi terpusat

"Salah satu solusi melakukan isolasi terpusat kepada masyarakat, karena kami nilai isoman kurang efektif," kata dia.

"Makannya jika mereka dilakukan isoter atau di rawat di Rumah Sakit maka akan terjaga kondisi pasien," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved