Berita Klaten Terbaru

Segarnya Minuman Dawet Bayat Asli Klaten, Harga Murah Rp 3 Ribu Per Mangkuk

esegaran dawet bayat asli Klaten tidak perlu diragukan lagi. Racikan santan, cendol, dan gula aren tersebut segar bertemu di mulut.  

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Ardianto (39) pedagang Dawet Bayat yang berjualan di Jalan Bhayangkara, Kabupaten Klaten, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kesegaran dawet bayat asli Klaten tidak perlu diragukan lagi.

Racikan santan, cendol, dan gula aren tersebut segar bertemu di mulut. 

Minuman ini dijual Ardianto (39) pedagang Dawet Bayat di Jalan Bhayangkara, Kabupaten Klaten. 

Baca juga: Luna Maya dan Nirina Zubir ke Pasar Gede Solo, Mampir Jajan Dawet Bu Dermi Langganan Jokowi

Baca juga: Kulineran di Kota Solo, Dimas Beck Jajal Es Dawet Bu Dermi Langganan Presiden Jokowi

Ardianto mengatakan, dawet buatannya tersebut dijual Rp 3 ribu.

"Saya jual dengan Rp 3 ribu, kalau tambah tape ketan jadi Rp 4 ribu," kata Ardianto kepada TribunSolo.com, Rabu (25/8/2021).

Ardianto mengatakan, dirinya sudah berjualan Dawet Bayat ini sejak tahun 2009 lalu.

Perbedaan Dawet Bayat dengan Dawet lain yaitu santannya lebih gurih.

Baca juga: Kulineran di Kota Solo, Dimas Beck Jajal Es Dawet Bu Dermi Langganan Presiden Jokowi

"Perbedaan dawet bayat, cendolnya menggunakan pati aren, sedangkan cendol dawet ayu menggunakan tepung beras," ujar Ardianto.

Ia mengaku dagangannya sempat sepi saat awal Covid-19 muncul di Kabupaten Klaten.

Namun ia bersyukur karena saat ini penjualan Dawet Bayatnya sudah mulai normal.

"Sempat sepi pas awal Corona, tapi ini sudah normal, ya keuntungan yang saya per hari sekitar 25 persen dari modal awal," pungkasnya.

Dawet Ketela Ungu di Karanganyar

Traveling di Karanganyar memang menjadi pilihan banyak orang yang tinggal di sekitar Karanganyar dan Solo.

Pasalnya Karanganyar banyak menawarkan beragam destinasi wisata dan kulinernya.

Salah satu kuliner yang hits di Karanganyar adalah Es Dawet Ungu Ketela.

Kuliner Es Dawet Ungu Ketelah ini dirintis oleh pasangan suami istri bernama Surono dan Mulyani.

Mereka sudah menekuni usaha dawet ungu ini sejak empat tahun lalu.

Daftar Harga Kamar Nava Hotel Tawangmangu 2019, 500 Ribu Sampai 1 Juta

Es dawet yang di tawarkannya berbeda dari yang lainnya, dengan sentuhan ketela ungu yang membuat Es Dawet ini unik.

Jika biasanya cendol atau dawet hanya terbuat dari tepung beras, cendol ungu milik Surono ini terbuat dari ketela ungu yang sudah di haluskan lalu di campur dengan tepung.

Es Dawet Ungu ini tetap menyampurkan dawet, santan, gula jawa sebagai pemanis dan tambahan lainnya seperti jelly atau agar-agar, dan mutiara.

"Saya membuat dawet ungu ini karena di daerah kami di Tawangmangu banyak tersedia ketela ungu," terangnya pada Tribunsolo.com.

Es Dawet Ungu Ketela ini dijajakan setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

Macan Tutul Tangkapan Warga Tawangmangu Mati, TSTJ: Kami Lab-kan dan Cari Penyebab Kematiannya

Saat ditanya kenapa hanya jualan sampai pukul 12.00 WIB, Surono mengaku es dawetnya sudah habis dibeli.

Lokasinya di pojok Pasar Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

"Dulu harganya cuma Rp 2.000 semenjak tahun lalu saya naikkan jadi Rp 3.000," imbuhnya, Senin (5/8/2019).

Dalam sehari Surono mampu menjual sekitar 250 mangkuk atau porsi Es Dawet Ungu ini. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved