Viral

Beredar Video Wanita Serobot Antrean Vaksin Lalu Suntik Sendiri, Terungkap Kronologi Sebenarnya

Sebuah video yang menampilkan seorang wanita serobot antrean vaksin Covid-19, viral di media sosial.

Tangkapan layar TikTok @awprtsy via Twitter @AREAJULID
Viral video wanita serobot antrean vaksin Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang menampilkan seorang wanita serobot antrean vaksin Covid-19, viral di media sosial.

Diberitakan TribunNews, video ini satu diantaranya diunggah akun TikTok @awprtsy menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Viral Wanita Serobot Antrean Vaksin Lalu Suntik Sendiri, Kadung Dihujat, Ternyata Ini Faktanya

Dalam videonya menampilkan wanita itu menyuntik vaksin sendiri.

Usut punya usut sosok wanita ini adalah dokter yang memaksa anaknya yang takut jarum.

Dalam video tersebut, pengunggah menyebut adanya sekumpulan wanita yang disebut nakes menyerobot antrean vaksin Covid-19.

Seorang perempuan tanpa menggunakan APD tampak menyuntikkan vaksin kepada perempuan di depannya.

Unggahan tersebut kemudian menjadi heboh di Twitter dan Instagram.

Setelah ditelusuri peristiwa itu terjadi di wilayah Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Viral Serobot Antrean Vaksin Lalu Suntik Sendiri,
Viral Serobot Antrean Vaksin Lalu Suntik Sendiri, Ternyata Dokter Paksa Anaknya yang Takut Jarum

 

Baca juga: Kecelakaan Karambol di Jalan Diponegoro Klaten, Libatkan 4 Mobil: Satu Ringsek Parah

Klarifikasi dari sosok dalam video

Dokter bernama Yuni (50) tersebut ternyata menyuntikkan vaksin dosis kedua pada sang anak.

Saat dikonfirmasi, Yuni berujar, sang anak ketakutan dengan jarum suntik.

Ia pun akhirnya menyuntikkan secara paksa agar tak menggangu proses vaksinasi.

Mengutip dari Kompas.com, awalnya anak Yuni sudah dibujuk oleh nakes yang bertugas namun gagal.

Si anak bahkan tetap takut hingga berlari sebanyak tiga kali.

"Saya naluri sebagai ibu, saya dudukin paksa dan langsung saya suntikan secara spontan, karena saya melihat hal itu sangat menggangu pelaksanaan vaksinasi yang lain," kata Yuni, Kamis (26/8/2021).

Sementara itu, Lurah Jatibening Baru Mulyadi meminta pelaku agar melakukan permohonan maaf kepada pembuat konten dan masyarakat.

"Kemarin dia juga sudah membuat permohonan maaf secara pribadi ke si pembuat konten, tapi ini masih saya tunggu surat klarifikasi kepada nakes dan tembusan ke saya. Karena pada saat itu kejadiannya memang terjadi di halaman puskesmas dan Kelurahan Jatibening baru," tambahnya.

Baca juga: Aksi Nagita Slavina Bantu Raffi Ahmad Presentasi di Turki Banjir Pujian, Raffi: Untung Ada Gigi

Kronologi kejadian

Menurut Lurah Jatibening Baru, Mulyadi, kegiatan tersebut merupakan vaksinasi susulan di halaman Kelurahan Jatibening Baru pada Selasa (24/8/2021).

Mengutip dari Kompas.com, perempuan tanpa APD yang menyuntikkan vaksin itu adalah seorang dokter dan anak kandungnya.

Ia merupakan warga Jatibening Baru.

"Bukan warga yang tidak punya keahlian, memang ibunya adalah seorang dokter juga. Itu sekeluarga memang dokter semua ya," kata Mulyadi, Kamis (26/8/2021).

Mulyadi menyebut, dirinya juga pernah meminta bantuan dokter itu untuk program vaksin.

"Saya pernah meminta bantuan dia untuk membantu program vaksinasi yang ada di Jatibening ini karena kami kekurangan nakes. Dia membantu kita sebanyak tiga kali untuk program vaksinasi massal,” katanya.

(Tribunnews.com/Miftah, Kompas.com/Djati Waluyo)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved