Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Vaksinasi Solo Hari Ini : 150 Lansia yang Memiliki Riwayat Hipertensi & Diabetes Disuntik Sinovac

Lansia yang memiliki penyakit seperti hipertensi dan diabetes menjalani vaksinasi di Kota Solo, Jumat (27/8/2021).

TribunSolo.com/Fristin Intan
Lansia yang memiliki penyakit seperti hipertensi dan diabetes menjalani vaksinasi di Kota Solo, Jumat (27/8/2021). 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat, Budiono Rahmadi mengatakan besaran denda tersebut terlalu besar.

"Untuk denda ini, saya kira kalau Rp 100.000 ya kebanyakan, karena nanti uangnya mau kemana kan kita juga tidak tahu," terang Budiono kepada TribunSolo.com, Kamis (26/8/2021).

"Apalagi sekarang ekonomi sedang susah," ujar dia.

Baca juga: PAN Merapat ke Koalisi Pemerintah, Pengamat: Jangan Heran Jika Ada Kader PAN Masuk Kabinet Menteri

Baca juga: Jadwal Vaksin Sragen Hari Ini : 250 Buruh Disuntik Vaksin di Puskesmas Sidoharjo 

Hal itu dirasa memberatkan, mengingat saat ini banyak masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, dampak kebijakan PPKM.

Menurut Budiono, pemerintah harus lebih gencar turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

"Seharusnya memang lebih gencar lagi, turun ke pasar-pasar, ke tempat keramaian, dilakukan oleh Satpol PP dan satgas," ujarnya.

Terpisah Anggota DPRD Fraksi Demokrat, Harmono setuju jika penerapan denda Rp 100.000 untuk pelanggar prokes kurang tepat.

"Kalau denda Rp 100.000 ini, saya kasihan jika ada yang melanggar tanpa sengaja, karena memang saat ini masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya paham protokol kesehatan," ujar Harmono.

Harmono menuturkan, memang penegakkan dan penegasan protokol kesehatan memang diperlukan, untuk menyelamatkan masyarakat dari pandemi.

Namun, Ia menyarankan agar pemerintah lebih baik melaksanakan sosialisasi prokes dengan cara yang berbeda.

"Akan lebih bijak pemerintah kembali menyampaikan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka lebih paham dan menyadari pentingnya prokes," jelas dia.

Usul Bupati

Hingga saat ini, masyarakat Sragen sebagian besar belum patuh terhadap protokol kesehatan covid-19. 

Hal itu dilihat, berdasarkan survey dari BPS, yang menunjukkan sebagian besar masyarakat menilai lingkungan di sekitarnya masih abai prokes. 

Untuk itu, kini Bupati Sragen tengah mempersiapkan peraturan daerah yang merancang peraturan tentang penegakkan protokol kesehatan. 

Baca juga: Jadi Yatim Piatu karena Corona, Bupati Etik Suryani Jamin Pendidikan 31 Anak di Sukoharjo

Baca juga: Gigit Jari, Terlanjur Senang Mall di Solo Akan Dibuka, Ternyata Belum Bisa Meski Angka Corona Turun

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kedepannya masyarakat yang tak patuh akan dikenakan denda Rp 100.000.

"Kami mengusulkan denda Rp 100.000 untuk yang tidak memakai masker, yang kedapatan tidak taat prokes waktu operasi yustisi," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (26/8/2021). 

Dimana selama ini, penegakkan aturan prokes di Sragen hanya berlaku sanksi sosial. 

Baca juga: Seniman Asal Nguter Sukoharjo Jahit Bendera Merah Putih Raksasa: Bersatu Lawan Corona

Seperti push up, menyanyikan lagu nasional, hingga berdoa.

"Bedanya, kalau biasanya disuruh push up, sekarang didenda seratus ribu," ujarnya. 

Bupati Yuni menuturkan besaran denda, belum tentu Rp 100.000.

Baca juga: Waspada Corona Varian Delta, 64 Pasien Positif di Sukoharjo Dipindahkan ke Tempat Isolasi Terpusat

"Kita kemarin sore baru menyerahkan materi ke DPRD, nanti bisa dijadwalkan untuk pembahasan, jadi belum tentu besarannya seratus ribu," jelasnya. 

Seperti sebelumnya, penegak Perda tetap diserahkan kepada petugas Satpol PP. 

"Saya rasa nanti nggak ada yang istimewa, karena kita semua juga sudah rutin melakukan operasi yustisi, yang dilakukan Satpol PP dan satgas lainnya," terangnya. 

Bupati Yuni berharap, agar draft Perda tersebut bisa segera dibahas. 

"Semoga tidak membutuhkan waktu lama dalam pembahasannya, sehingga Perda bisa diimplementasikan segera," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved