Berita Klaten Terbaru

Lowongan Besar-besaran Bagi Warga Klaten di Proyek Tol Solo-Jogja, Diharap Bisa Serap Pekerja Lokal

Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Solo-Jogja yang melintas Kabupaten Klaten baru dimulai.

Istimewa via TRIBUNNEWS.com
Ilustrasi pekerja proyek. 

Pristi mengatakan pengerjaan ini akan dilakukan secara bertahap.

Ia menuturkan total panjang tol yang melintasi Kabupaten Klaten sekitar 28 kilometer.

"Selain itu, di Kabupaten Klaten akan ada 3 tempat yang akan exit tol yaitu di Kecamatan Ceper, Ngawen, dan Manisrenggo dan 1 rest area di Desa Manjungan, Ngawen," ucap dia.

Baca juga: Pegawai KPI Mengaku Korban Pelecehan Seksual: Terduga Pelaku Masih Aktif Bekerja, Belum Ada Sanksi

Baca juga: Atlet Terbang Layang Jateng Berlaga ke PON XX Papua, Diminta Serius dan Memenangkan Kejuaraan

Ia menyebutkan jarak dari exit tol Kartasura sampai exit tol Kuncen Ceper sejauh 13 kilometer.

Kemudian dari exit tol Kuncen, Ceper sampai exit tol Ngawen sejauh 9 kilometer dan exit tol Ngawen sampai exit tol Prambanan sejauh 9 kilometer.

Pemerintah Buka Suara

Badan Pertanahan Nasional (BPN) buka suara terkait demo warga Kabupaten Klaten yang protes ganti rugi Tol Solo-Jogja tak layak.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengatakan sampai saat ini progres pelaksanaan pembebasan lahan Tol Solo-Jogja baru sampai Klaten bagian timur.

"Kita belum sampai ke sana (Klaten bagian barat) yang artinya pengumuman dan musyawarah juga belum dilakukan di sana," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (25/8/2021).

Sulistiyono menjamin pemerintah tak bakal membuat masyarakat yang terdampak Tol Solo-Jogja menjadi sengsara.

Baca juga: Pendukung Jokowi di Klaten Demo, Protes Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Tak Layak : Hargailah Tanah Kami

Baca juga: Warga Karanganom Ramai-ramai Jadi Miliarder, Terima Uang Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Rp 63 Miliar

Ia mencontohkan pembayaran lahan pertanian di wilayah Klaten bagian timur yang sebelum proyek Tol Solo-Jogja itu dihitung Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per patok saja.

"Kalau saat ini, masyarakat bisa mendapatkan ganti rugi mulai Rp 600 ribu hingga capai Rp 1,5 juta," ujarnya.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengajukan keberatan ke tingkat pengadilan," imbuhnya.

Jeritan Warga Klaten

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved