Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Syarat Masuk ke Umbul Ponggok Klaten : Wisatawan Dibatasi, Balita dan Lansia Diberi Tempat Khusus

Angin segar tahapan pembukaan wisata di Kabupaten Klaten disambut pengelola Umbul Ponggok.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi terkini Umbul Ponggok di Kabupaten Klaten, Sabtu (4/9/2021). 

Padahal jika waktu normal wisatawan yang datang ke Umbul Ponggok bisa bisa tembus 15 ribu orang per bulan.

"Wisatawan yang datang ke sini kebanyakan berasal dari luar kota, sedangkan kita terkendala dengan masalah pembatasan PPKM," ujar Suyamtoko.

Diapun meminta pemerintah untuk tidak menutup objek wisata lagi. Hal itu bisa memperpuruk pendapatan  Umbul Ponggok.

"Namun, jika objek wisata dibuka dengan ada kententuan seperti prokes, kami tak masalah, " ucap Suyamtoko.

Janji Terapkan Prokes

Pengelola Umbul Ponggok berjanji akan menegakkan protokol kesehatan (Prokes) bagi wisatawan.

Tak cukup disitu saja, pengelola juga bersedia membatasi pengunjungnya. 

Marketing BUMDes Tirta Mandiri, Agus Santosa mengatakan pra simulasi ini sebagai rol contoh pengelola objek wisata dan bisa diterapkan ke wisatawan yang datang.

"Meski belum sempurna, ini bisa jadi contoh teman-teman pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten," kata Agus, kepada TribunSolo.com, Jum'at (3/9/2021).

Agus mengatakan dalam usai pra simulasi ini, pengelola tetap menerima wisatawan dengan pembatasan.

Pembatasan yang dimaksud maksimal 150 orang.

"Waktu operasional mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB," ujar Agus.

Agus mengatakan dalam pengoperasian objek wisata Umbul Ponggok, akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Pria yang disapa Mbah Gondrong mengatakan syarat memasuki objek wisata Umbul Ponggok yaitu datang dengan kondisi sehat.

"Selain itu, wisatawan yang bisa menunjukan kartu vaksin, akan diberikan reward yaitu diberikan diskon tertentu," kata Agus.

Baca juga: Umbul Ponggok Klaten Tutup Selama PSBB Jawa Bali, Nekat Buka Sanksi Menanti

Kemudian, untuk wisatawan di bawah 7 tahun dan di atas 50 tahun, akan ditempatkan di tempat tertentu.

Ini dilakukan agar, wisata dengan golongan tersebut tidak bercampur dengan orang lain.

"Secara realitis masih banyak yang belum mendapatkan vaksin," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved