Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Potongan Tunjangan ASN di Solo Tak Jadi 30 Persen, Anggota DPRD Fraksi PDIP: Tetap Membebani

Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara Kota Solo baru saja dimulai.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com
Politisi PDIP yang juga Ketua Komisi I DPRD Solo, Suharsono. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara Kota Solo baru saja dimulai.

Pemotongan ini dilakukan demi menutupi defisit anggaran Kota Solo yang mencapai Rp 19 miliar. 

Meski pemotongan tidak sebesar yang direncanakan di awal yaitu 30 persen dari jumlah TPP. 

Baca juga: Gibran Mantap Potong Tunjangan PNS untuk Tambal Kas Daerah, Sebut Tak ada yang Protes ke Dirinya

Baca juga: ASN di Solo Buat Nota Telaah ke Pemkot Soal Pemotongan Tunjangan: Bukan Protes, Kami Kasih Masukan

Namun pihak ASN masih ada yang merasa keberatan dengan hal tersebut. 

Keberatan tersebut disampaikan kepada Ketua Komisi 1 DPRD Solo, Suharsono

Dirinya menuturkan bahwa ada salah seorang ASN dengan level Eselon 3 yang masih merasa berat dengan kebijakan pemotongan TPP tersebut. 

"Ada salah seorang ASN di Kota Solo, dengan level Eselon 3," katanya pada Senin (6/9/2021).

Baca juga: Anggota DPRD Solo Minta ASN Berbesar Hati, Soal Pemotongan Tunjangan untuk Penanganan Covid-19

"TPP yang diterima sekitar Rp 7 juta dan bila dipotong 15 persen maka itu masih membebani dari ASN tersebut," ujarnya. 

Dirinya menggarisbawahi bahwa para setiap gaji yang diterima ASN sudah memiliki pos anggaran dalam rumah tangga masing-masing. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved