Breaking News:

Viral

Beredar Video Kartu E-Toll Bisa Kedaluwarsa, Ternyata Begini Fakta Kejadian Sebenarnya

Sebuah video yang menampilkan seorang pengemudi yang tidak bisa menggunakan uang elektronik (e-Toll) viral di media sosial.

(tiktok.com/campercar.id)
E-Toll Kedaluwarsa. 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah video yang menampilkan seorang pengemudi yang tidak bisa menggunakan uang elektronik (e-Toll) viral di media sosial.

Saat itu kejadian ini terjadi saat pengendara ini hendak keluar dari ruas tol. 

Baca juga: Kondisi Memprihatinkan Lapas I Tangerang Sebelum Kebakaran: Over Kapasitas hingga 400 Persen

Video tersebut diunggah oleh akun Tiktok bernama @campercar.id, Selasa (7/9/2021).

“Gara-gara ketiduran, karena capek perjalanan antarprovinsi, e-Toll kedaluwarsa,” tulis caption dalam video tersebut.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, saat itu saldo e-Toll milik pengendara mobil ini masih mencukupi, namun dianggap telah melewati batas waktu tempuh maksimal tol tersebut.

Belum diketahui di mana kejadian itu terjadi.

Namun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Danang Parikesit mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena ruas tol memiliki sistem untuk memonitor durasi perjalanan para pengguna jalan tol.

Seperti yang terjadi di ruas tol Cipularang beberapa waktu lalu.

“Tujuannya, untuk evaluasi operasional. Namun proses monitoring ini tak membuat uang elektronik pengguna menjadi expired atau tidak bisa digunakan kembali. Kami juga tidak pernah mengenakan denda atau sanksi atas kejadian itu,” ucap Danang beberapa waktu lalu.

 

Maka, walaupun pengemudi sudah melewati batas waktu, e-Toll akan tetap bisa digunakan.

Hanya saja memang ada imbauan terkait waktu tempuh maksimum di tol, seperti tol Cipularang yang ditentukan berdasarkan 1,5 sampai dengan 2 kali waktu tempuh normal.

“Bila pengguna jalan melebihi durasi perjalanan maksimum, maka uang elektronik tetap ditransaksikan oleh petugas di reader GTO. Dengan demikian, pengguna dapat menggunakan uang elektronik yang sama dan dapat menggunakan kartu, dalam batas wajar, tanpa kekhawatiran menjadi expired,” ujar Danang.

Baca juga: Pilu, Napi Lapas Tangerang Tewas karena Tak Bisa Selamatkan Diri, Pintu Sel Terkunci saat Kebakaran

Viral Emak-emak Nekat Bawa Motor Masuk Tol Bisa Lolos saat Bayar E-Toll

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor Honda Supra 125 mengemudi kendaraannya di jalan tol dalam kota di Jakarta viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 52 detik ini dilakukan pengendara perempuan yang mengenakan t-shirt biru donker bercelana pendek dan berhelm hitam.

Aksi tersebut direkam dari dalam kabin seorang pengendara mobil yang mengantre di belakangnya saat akan mengisi e-toll di gerbang tol. 

Usai mengetapkan kartu e-toll perempuan ibu-ibu tersebut dengan tenang langsung melajukan motornya di jalan tol.

"Gokil, si ibu gokil..." komentar pengemudi mobil yang merekam aksi tersebut di antrean di belakangnya. 

Tanggapan Jasa Marga

Menanggapi hal ini, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama dengan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) selaku service provider pengoperasian jalan tol, mengaku sudah  mengidentifikasi lokasi kejadian dan segera melakukan pengecekan ke lapangan.

"Berdasarkan pengecekan, diketahui kendaraan bermotor roda dua tersebut masuk melalui Gerbang Tol (GT) Angke 1 Jalan Tol Dalam Kota, pada Selasa (20/4/2021) pukul 17.01 WIB," kata Manager Area JMTO wilayah Tol Dalam Kota & Prof. Dr. Ir. Soedijatmo Bismarck Purba.

"Kami mengidentifikasi lokasi kejadian pengendara motor masuk tol, berdasarkan pengamatan, pengendara motor masuk melalui GT Angke 1," ujarnya.

"Kami segera melakukan pengecekan ke GT Angke 1 sesaat setelah mendapatkan informasi, dan saat ini kami bersama dengan kepolisian sedang melakukan penelusuran lebih lanjut melalui rekaman CCTV yang berada di gerbang tol, untuk mengetahui informasi nomor polisi dan pengendara motor tersebut," ujarnya.

Bismarck menambahkan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian untuk penindakan jika terbukti pelanggaran tersebut dilakukan dengan sengaja berdasarkan bukti-bukti pendukung.

Terkait penindakan, Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnady menjelaskan,  sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, “Jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih”.

Atas pelanggaran tersebut, berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, pasal 63 ayat 6 dijelaskan:

“Setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 14 (empat belas) hari atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)”.

Baca juga: Ada 4 Laporan Uang dalam Rekening Hilang Mendadak, Pemkab Klaten Minta Bank Percepat Pemblokiran

Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 ayat 1 menjelaskan:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

“Pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor tersebut adalah memasuki jalan tol dengan sengaja dan melanggar rambu-rambu yang ada, maka berdasarkan UU nomor 38 tahun 2004 akan dikenakan sanksi pidana berupa pidana kurungan selama 14 hari dan denda paling banyak 3 juta," kata AKP Bambang Krisnady.

Sementara berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009 dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

General Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Nasrullah menjelaskan, Jasa Marga sangat menyayangkan tindakan pengendara roda dua yang masuk dan menggunakan jalan tol.

Larangan kendaraan roda dua melintasi jalan tol dibuat demi keselamatan pengendara roda dua tersebut, juga pengguna jalan tol lainnya.

"Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih," kata Nasrullah.

(Kompas/TribunNews)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved