Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kisah Warga Binaan di Rutan Solo, Ikut Bekerja Jadi Penjahit, Kini Tak Lagi Membebani Keluarganya

Meski berstatus narapidana, sejumlah orang tetap bisa bekerja di dalam Rutan Kelas 1 Solo.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Warga binaan tengah menjahit pesanan kaus di Rutan Kelas I Solo, Jalan Slamet Riyadi Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meski berstatus narapidana, sejumlah orang tetap bisa bekerja di dalam Rutan Kelas 1 Solo.

Kok bisa? Ya, bisa karena narapidana tersebut, kini mempunyai kesibukan untuk mengisi hari-harinya dan pundi-pundi rupiah.

Kini, mereka gantungkan hidup dengan bekerja di pabrik garmen dalam Rutan.

Tak tanggung-tanggung, dari 632 napi, ada 50 orang yang lolos seleksi dalam pekerjaan itu.

Di antaranya bernama Agung (34).

Dia mengaku hasil kerja kerasnya selama menjadi buruh pabrik garmen dalam rutan ini untuk memenuhi kebutuhannya.

Baca juga: Transkrip Isi Surat Anggota TNI Akhiri Hidup Terjun di Jembatan Suramadu, Tinggalkan Pesan Menyentuh

Baca juga: Pesan untuk Warga Klaten yang Tanahnya Terdampak Tol Solo-Jogja : Cek Dulu Sebelum Tanda Tangan

"Biar engak membebani keluarga, buat beli-beli kebutuhan tambahan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Rabu (7/9/2021).

Tak hanya itu, Agung mengaku pengalaman jahit baru pertama kali Ia dapatkan.

"Sebelum belum pernah,kebetulan juga dapat dua sertifikat keahlian jadi bisa digunakan saat keluar nanti," ungkapnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved