Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Cerita Dukuh Singomodo Sragen, Masyarakat Dilarang Dengar Nyanyian Sinden: Ternyata Ini Sejarahnya

Ada satu dukuh di Kabupaten Sragen yang terbilang cukup unik. Warga di wilayah tersebut dilarang mendengar nyanyian sinden.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Batas Wilayah di Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen yang diizinkan Mendengarkan Lantunan Sinden yang berada Disebelah Barat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ada satu dukuh di Kabupaten Sragen yang terbilang cukup unik. 

Dimana dalam satu wilayah di dukuh tersebut, dilarang mendengarkan atau membunyikan lagu yang dilantunkan oleh sinden.

Dukuh tersebut ialah Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Baca juga: Sosok Dalang Ki Manteb Soedarsono Dimata Pesindennya, Tidak Pernah Marah dan Capek

Baca juga: Fakta Meninggalnya Ki Seno Nugroho: Sinden Nyanyikan Gending saat Layatan, 2 Wayang Ikut Dikuburkan

Di dukuh tersebut, juga terdapat makam Syekh Muhammad Nasher, atau yang terkenal disebut Mbah Singomodo, yang merupakan salah satu prajurit Keraton Surakarta.

Terdapat sejarah panjang, mengapa Eyang Nasher, panggilan sehari-hari Syekh Muhammad Nasir membuat larangan tersebut.

Juru kunci makam Mbah Singomodo, Mbah Slamet mengatakan, setelah keluar dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Eyang Nasher dan kelima sahabatnya menyusuri Sungai Bengawan Solo.

Baca juga: Cerita Pilu Sinden di Ponorogo Sibuk Isi Acara hingga Kondisi Drop, Meninggal Usai Positif Covid-19

Singkat cerita, sampailah rombongan tersebut di sebuah desa di tepi Sungai Bengawan Solo, yang saat ini menjadi Dukuh Singomodo.

Berjalannya waktu, Eyang Nasher ingin membangun sebuah masjid bersama kelima sahabatnya, untuk menyebarkan agama Islam.

Pada waktu itu, empat orang sahabatnya sudah menikah dan ada seorang sahabat Eyang Nasher yang belum menikah.

Baca juga: Fakta Meninggalnya Ki Seno Nugroho: Sinden Nyanyikan Gending saat Layatan, 2 Wayang Ikut Dikuburkan

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved