Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Cerita Dukuh Singomodo Sragen, Masyarakat Dilarang Dengar Nyanyian Sinden: Ternyata Ini Sejarahnya

Ada satu dukuh di Kabupaten Sragen yang terbilang cukup unik. Warga di wilayah tersebut dilarang mendengar nyanyian sinden.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Batas Wilayah di Dukuh Singomodo, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen yang diizinkan Mendengarkan Lantunan Sinden yang berada Disebelah Barat. 

"Pada waktu pemasangan atap masjid, salah seorang sahabat tidak membantu, dan setelah kembali, sahabat tersebut baru dari menonton hiburan sinden ramen," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (9/9/2021). 

Kemudian, sahabat tersebut ditanya oleh Eyang Nasher 'apakah kamu suka?'.

Kemudian, sahabat tersebut mengatakan suka, dengan maksud suka dengan hiburan yang disajikan.

"Namun, Eyang Nasher menangkap maksud suka sabahatnya suka dengan sinden tersebut, dan akhirnya karena sama-sama belum menikah, sahabat dan sindennya itu dinikahkan," papar Mbah Slamet.

Baca juga: Fakta Meninggalnya Ki Seno Nugroho: Sinden Nyanyikan Gending saat Layatan, 2 Wayang Ikut Dikuburkan

Namun, Eyang Nasher memberikan syarat jika Sinden tersebut harus berhenti dari kegiatan menyindennya.

Diduga karena Eyang Nasher kurang berkenan dengan Sinden, maka beliau membagi wilayahnya menjadi dua dengan sahabatnya itu.

"Dan sinden menyanggupi, lalu Eyang Nasher membagi wilayahnya menjadi 2, yakni bagian barat dan timur," terangnya.

"Untuk sinden dan seorang sahabatnya disuruh tinggal di bagian barat, sedangkan Eyang Nasher di sebelah timur," tambahnya. 

Sejak saat itu, pantangan mendengarkan lagu yang dinyanyikan Sinden berlaku di wilayah sekitar makam Eyang Nasher, yang mencakup satu RT tersebut.

Warga desa hanya boleh mendengarkan lantunan rebana atau cerita wayang saja. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved