Breaking News:

Cincin Tunangan Jadi Petunjuk Identitas Hengky Korban Kebakaran Lapas, Rencana Menikah Kandas

Sebuah kisah pilu terungkap dari korban kebakaran Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang.

Int
Ilustrasi - Jari manis 

TRIBUNSOLO.COM - Sebuah kisah pilu terungkap dari korban kebakaran Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang.

Kisah ini datang dari Hengky Gunawan Tjong (35) yang merupakan satu dari 44 napi yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang.

Baca juga: Nasib Saipul Jamil Setelah Ramai Petisi Boikot, Ia Sampai Minta Bantuan Hotman Paris

Meninggalnya Hengky menyisakan kepedihan mendalam untuk keluarga.

Bagaimana tidak, Hengky yang akan bebas 3 bulan mendatang setelah menjalani masa tahanan 7 tahun harus menjadi korban dalam insiden tersebut.

Firasat dari Ibunda

Dilansir dari TribunNews, Ibunda Hengky Gunawan Tjong (35) bin Liu Pen Hin mengaku memiliki perasaan tidak enak sebelum bangunan tempat anaknya menjalani pembinaan dilalap si jago merah, Rabu (8/9/2021) dini hari.

Ibunya sempat memiliki firasat seperti cerita umum orang awam, yakni matanya mengalami kedutan sebelum Lapas yang dihuni Hengky terbakar.

Namun kekhawatiran ibunda Hengky itu tidak dinilai jadi pertanda kalau anak keempatnya akan menjadi satu dari puluhan napi yang tewas terbakar.

"Orangtua saya dari kemarin matanya juga sempet kedut-kedutan ada apa ya, nanya saya dia 'lu gapapa kan', saya bilang gapapa. 'Lu masih dimana emang', sempet nanyain saya," kata Frengky adik Hengky Gunawan saat mendatangi Posko Antemortem yang dibuka oleh RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021) malam.

Informasi yang didapat dari media terkait sepeninggalnya Hengky juga membuat sang Ibunda kerap merasa lemas.

Bahkan, tak jarang ibunya jatuh pingsan saat melihat pemberitaan terkait kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Itu yang menjadi alasan Frengky hadir ke RS Polri untuk mengurus jasad sang kakak tanpa ditemani ibundanya.

"Makanya saya bingung mau ngajakin orangtua saya, enggak berani di rumah sudah 9 kali jatuh pingsan," ucapnya.

Meninggalnya sang kakak dalam kebakaran Lapas Tangerang kata Frengky menyisakan kepedihan mendalam untuk keluarga.

Baca juga: Jangan Kecele! Kini Naik KRL Solo-Jogja Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin, Minimal Dosis Pertama

3 bulan lagi akan bebas

Bagaimana tidak, Hengky yang akan bebas 3 bulan mendatang setelah menjalani masa tahanan 7 tahun harus menjadi korban dalam insiden tersebut.

Penantian panjang untuk dapat bertemu sang kakak juga harus diikhlaskan Frengky dengan menjemputnya dalam kondisi tidak bernyawa.

Tak banyak kata-kata saat ditanyakan harapan, yang terlontar adalah rasa sakit yang diterima dia dan keluarganya.

"Menyakitkan banget saya, sakit banget sakit. Enggak nyangka bisa kayak begini, saya juga bingung mau ngomong apa enggak bisa ngomong lagi," katanya.

"Ditungguin selama 7 tahun, sisa 3 bulan lagi, malah akhirnya kejadian kaya gini, kebakar gitu kan badannya, saya pikir, kesundut rokok saja sakit apalagi kebakar hidup-hidup gitu kan, makanya bingung saya," ucapnya.

Hal yang membuat Frengky terbata-bata dalam bercerita karena impian Hengky untuk dapat membina bahtera rumah tangga dengan sang kekasih, harus terkubur bersamaan dengan kejadian tersebut.

Padahal kata Frengky, sang kakak akan melangsungkan pernikahan selepas bebas usai menjalani hukuman 7 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkotika yang menjeratnya.

Jika dihitung, masa tahanan Hengky hanya tersisa tiga bulan ke depan.

"Tinggal 3 bulan lagi (dia bebas)," katanya.

Korban baru saja tunangan

Hengky baru saja melangsungkan tunangan beberapa bulan lalu di dalam tahanan dengan kekasihnya.

Bahkan, saat si jago merah melalap bangunan blok C2 Lapas Tangerang itu, Frengky mengatakan, sang kakak masih mengenakan cincin tunangan bertuliskan nama pasangannya.

"Iya sudah tunangan, waktu pas dia dijenguk dua bulan atau bulan kemarin, pas (pacarnya) jenguk ya tunangan mereka, kasih cincin, calonnya datang ke lapas," kata Frengky.

Cincin tersebut yang menjadi ciri dari Frengky untuk dapat mengenali jasad Hengky yang hingga kini masih dalam proses identifikasi tim DVI RS Polri.

"Dia ada cincin tunangan di sebelah kanan, itu saya hafal dan saya yakin (kalau ada yang gunakan cincin) itu pasti dia (Hengky), udah si itu aja yang saya tahu," katanya.

Baca juga: Pernah Main Bersama, Legenda Inggris Ini Sebut C Ronaldo akan Berikan Trofi untuk Manchester United

Sempat berkomunikasi

Bahkan kata dia, semalam sebelum tempat pembinaan Hengky hangus terbakar, sang kakak menyempatkan untuk melakukan panggilan video dengan kekasihnya.

Momen itu dilakukan Hengky dengan kekasihnya pada Selasa (7/9/2021) pukul 20.00 WIB sementara api melalap bangunan tersebut sekitar 7 jam setelahnya atau pada pukul 01.45 WIB.

Itu diketahui setelah kekasih Hengky mengirimkan bukti tangkapan layar kepada Frengky.

"Soalnya ada fotonya, cewenya sempet video call semalam jam 8, (Hengky) masih kasih ngeliat cincin di sebelah tangan kanan ini. Saya yakin ini cincinya masih ada," kata Frengky sembari menunjukkan hasil tangkapan layar.

Tidak ada firasat sama sekali saat melakukan panggilan video itu.

Bahkan kata Frengky, keduanya hanya saling berbagi canda dan tawa.

Dengan adanya insiden ini, Frengky menyebut keluarganya sangat merasakan kehilangan.

(TribunNews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved