Breaking News:

Ramai Kabar Potensi Tsunami 28 Meter di Pacitan Jawa Timur, Terungkap Inilah Hasil Kajian BMKG

Adapun potensi magnitudo maksimum gempa megathrust selatan Jawa Timur hasil kajian adalah 8,7.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
ILUSTRASI Pantai Buyutan. Salah satu pantai indah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. 

TRIBUNSOLO.COM - Beberapa hari belakangan ramai berita Pacitan berpotensi diterjang tsunami.

Tak dimungkiri, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami.

Terkait hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat fakta sejarah gempa dan tsunami yang terjadi di Pacitan.

Baca juga: Gempa Pacitan Terasa Sampai Wonogiri, BPBD: Getaran Beberapa Menit, Tak Ada Laporan Kerusakan

Baca juga: Viral Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Pacitan Kosong Tanpa Dijaga Nakes, Pihak RS Ungkap Faktanya

Sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono.

Daryono mengatakan, pada 4 Januari 1840 silam terjadi gempa Jawa yang memicu terjadinya tsunami di Pacitan, setelah gempa berakhir.

"Selanjutnya pada 20 Oktober 1859, terjadi lagi gempa besar di Pulau Jawa yang juga menimbulkan tsunami menerjang Teluk Pacitan, menewaskan beberapa orang awak kapal," ungkap Daryono kepada Tribunnews.com, Selasa (14/9/2021).

Ilustrasi gempabumi
Ilustrasi gempabumi (Tribun Timur)

Berikutnya, gempa besar Jawa kembali terjadi pada 11 September 1921 berkekuatan 7,6.

"Pusat gempa ini terletak di zona outer rise selatan Pacitan yang juga memicu tsunami dan tercatat di Cilacap, sehingga sangat mungkin tsunami juga terjadi di Pacitan," ungkapnya.

Lalu Pacitan kembali diguncang gempa besar pada 27 September 1937.

Dampak gempa ini mencapai skala intensitas VIII-IX MMI menyebabkan 2.200 rumah roboh dan banyak orang meninggal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved