Breaking News:

Cerita Begal Sadis Semarang Ketakutan Dihantui Korban Meninggal, Punggung Mendadak Sakit saat Malam

Pelaku terlanjur beringas sehingga tetap membegal korban meski di Jalan tersebut terhitung ramai kendaraan. Kini ia mendapatkan karmanya.

Editor: Hanang Yuwono
(Thinkstock)
Ilustrasi begal dan perampok 

TRIBUNSOLO.COM -- Pengakuan mengejutkan datang dari Adi Setiawan (22) pelaku begal di Jalan Pemuda atau depan Balai Kota Semarang.

Usai melakukan kejahatan, dirinya merasa lelah dalam pelariannya.

Cerita Adi Setiawan bermula saat ia berhasil menghindari kejaran polisi selama sembilan hari.

Namun, dalam lima hari terakhir pelariannya ia merasa mendapat teror dari korban yang telah meninggal dunia.

Baca juga: Begal Masih Berkeliaran di Sukoharjo, Guru Asal Purworejo Jadi Korban, Kini Siap-siap Diburu Polisi

Baca juga: Guru Asal Purworejo Dibegal di Mojolaban Sukoharjo: Jatuh ke Aspal, Motor dan Uang Raib

"Iya korban terus hadir dalam mimpi selama lima hari ini," ujarnya dengan wajah memelas di depan polisi saat Konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (15/9/2021).


Adi Setiawan (22) di hadapan polisi mengaku selama pelariannya selalu dihantui sosok korban di dalam mimpi, di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (15/9/2021).
Adi Setiawan (22) di hadapan polisi mengaku selama pelariannya selalu dihantui sosok korban di dalam mimpi, di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (15/9/2021). (TRIBUNJATENG/IWAN ARIFIANTO)

Ia mengaku, tak hanya dihantui sosok korban.

Namun juga merasa punggungnya sangat sakit dan tak bisa diluruskan.

"Punggung bungkuk enggak bisa diluruskan saat tidur," katanya.

Ia menjelaskan, rangkaian teror dari arwah korban itu menjadi alasannya kembali ke Kota Semarang

"Lima hari digituin terus jadi saya milih balik ke Semarang," tuturnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved