Breaking News:

Kronologi Lirabica Eks Finalis Miss Earth Dipersekusi Warga Komplek, Sempat Didatangi 10 Orang Lebih

Kasus model yang juga merupakan selebgram Lirabica mengaku dipersekusi warga yang berada di sekitar rumahnya, mencuat di masyarakat.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Lirabica, finalis Miss Earth 2019 bersama tim kuasa hukumnya menggelar jumpa pers soal laporannya terhadap tindak persekusi yang diterimanya, ditemui di kawasan Antasari Jakarta Selatan, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus model yang juga merupakan selebgram Lirabica mengaku dipersekusi warga yang berada di sekitar rumahnya, mencuat di masyarakat.

Wanita yang merupakan finalis Miss Earth 2019 ini mengaku dipersekusi warga sebanyak dua kali.

Baca juga: Lirabica Eks Finalis Miss Earth Mengaku Dipersekusi Ibu-ibu, Gara-gara Hobi Jogging yang Buat Resah

Diketahui, Lira tinggal di sebuah komplek perumahan di Bogor, Jawa Barat.

Selama tinggal di sana, Lira cukup sering melakukan olahraga joging di pagi hari.

 

Tak disangka, aktivitas lari pagi tersebut diikuti oleh para bapak-bapak di komplek perumahan hingga akhirnya menimbulkan persepsi lain dari para istri.

"Itu semua karena berawal dari saya olahraga di dalam koplek saya, dan saya tidak mengerti salah saya apa," kata Lirabica sebagaimana dikutip Kompas.com dari kanal YouTube KH Infotainment, Rabu (15/9/2021).

Saat itu, warga melontarkan kata-kata kasar hingga fitnah pada Lira.

Sambil meneteskan air mata, Lira bercerita bahwa orangtuanya juga jadi sasaran penyerangan warga.

"Orang tua saya mau dipukul dengan kursi, kemudian saya pun mau dipukul," ucap Lira.

"Saya cuman bisa nangis. Mama saya juga syok, saya gak tau harus bagaimana diperlakukan seperti itu, akhirnya kami membuat laporan," tutur dia.

Pertama kali didatangi warga

Lira dihampiri warga dengan jumlah lebih dari 10 orang pada 29 Mei 2021.

Gerombolan warga yang masuk ke dalam rumah Lira tanpa izin membuat dirinya syok.

Pasalnya, Lira mengaku tidak merasa melakukan kesalahan apa pun pada warga sekitar kompleknya.

Dipersekusi oleh para bapak-bapak termasuk Ketua RT di komplek tempat tinggalnya, Lira mengaku nyaris kena pukul jika tidak dipisahkan oleh Babinsa (Bintara Pembina Desa).

Penyerangan pertama warga ke tempat tinggal Lira pun berhasil dilerai oleh Babinsa.

Baca juga: Viral Direktur Miss Supranational Andre Sleigh Diduga Hina Indonesia, Sempat Dialihkan Lawan Bicara

Kedua kali didatangi warga

Namun, berselang dua bulan, pada Agustus Lirabica kembali mendapatkan teror dari dua orang di malam hari.

Mereka mengetuk-ngetuk pintu dan memaksa Lira keluar dari rumah.

"Saya gak mau ketemuin mereka sampai akhirnya (pihak) Polres dan Polsek datang, baru saya berani keluar," ucap Lira.

Dugaan Lira, dua oknum yang membuat onar di rumahnya adalah orang bayaran Ketua Klaster.

"Oknum, ada kebetulan dia ketua kluster, Ketua RW, memberikan uang pada orang Ambon itu sebesar Rp 500 ribu. Kemudian sebelum kejadian dua orang Ambon itu, datang sopir pribadinya, terlihat di CCTV bulak-balik," kata Lira.

Atas kejadian ini, Lira dibantu kuasa hukumnya melaporkan lima orang warga di komplek perumahan tempat tinggalnya, termasuk sang Ketua RT.

(Kompas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved