Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Siapa Menanti Pembukaan Museum Sangiran? Ini Bocoran dari Dinas Pariwisata Sragen

Banyak masyarakat yang menantikan pembukaan Museum Sangiran Sragen. Sebab, sudah beberapa waktu terakhir ini, belum ada kepastian soal pembukaannya.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Banyak wisatawan kecele karena Museum Sangiran di Kabupaten Sragen masih ditutup untuk umum. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Supana menjelaskan, hampir tiga bulan kawasan obyek wisata di Boyolali terpaksa tutup.

Dampaknya, PAD dari pariwisata ini baru 59 persen dari target Rp 1,1 Miliar.

"Untuk pendapatan daerah PAD dari pengelolaan objek pariwisata sampai saat ini masih jauh dari harapan,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Wisatawan Kecele, Mau Lihat Manusia Purba, Ternyata Gerbang Museum Sangiran Sragen Digembok

Dia menyebut PAD dari Pariwisata ini baru Rp 634 juta. Pendapatan tersebut baginya sudah cukup besar, karena ada pengelola obyek wisata milik Pemkab Boyolali yang telah membayar penuh dimuka.

Supana mengaku terus memantau perkembangan. Mengingat perpanjangan PPKM belum dipastikan akan berakhir.

Ditambah lagi Boyolali masih berada dilevel 3, dengan ketentuan obyek wisata tutup. Dia berharap Boyolali terus turun level. Dengan begitu, geliat sektor wisata bisa dibuka dengan pembatasan protokol kesehatan (Prokes) ketat. 

"Harapannya bisa turun level PPKM dan obyek wisata bisa dibuka dengan prokes ketat. Sehingga PAD dari sektor pariwisata bisa menutup dari target yang ditetapkan," ungkpanya. 

Seharusnya Level 1

Dinas Kesehatan Boyolali meyakini harusnya wilayahnya masuk PPKM level 1 bukan level 3.

Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono menjelaskan, padahal jika perhitungan itu tidak berdasarkan wilayah Aglomerasi, Boyolali masuk kreteria level 1.

Data dari Dinkes Boyolali, saat ini kasus aktif di Boyolali tinggal sebanyak 139 pasien.

Dari kasus aktif itu, kurang dari setengahnya masih dirawat, 51 dirawat di rumah sakit dan 15 pasien di tempat isolasi terpusat.

Baca juga: Viral di Sragen, Ibu Muda Asal Tangen Hilang Misterius, Sudah 3 Minggu Si Anak Menangis Mencarinya

Baca juga: Nasib Guru yang Cabuli Siswa SD di Ujung Tanduk, BKD Wonogiri : Pelaku Terancam Dipecat dari PNS

Sedangkan 73 pasiennya melakukan isolasi mandiri.

"Secara akumulasi, total kasus konfirmasi Covid-19 di Boyolali ada sebanyak 24.401 orang dan yang sudah sembuh 22.874. pasien atau 93,7 persen," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (8/9/2021).

Sedangkan untuk angka kematian pasien Covid-19 mencapai 1.388 orang atau 5,7 persen.

Insan menyebut berdasarkan Indeks Kesehatan Masyarakat ( IKM), Kabupaten Boyolali memperoleh Skor 2,59.

Hal itu menunjukkan jika Boyolali masuk zona rendah penularan Covid-19.

Kreteria PPKM Boyolali bisa masuk level 1.

Hal itu bisa berdasarkan perhitungan kasus konfirmasi baru, setiap 100.000 penduduk perminggu, positif rate di Boyolali hanya 10 persen.

Sedangkan rasio kontak erat sebanyak 2 kasus, dengan keterisian bed occupancy rate (BOR) hanya 13 persen.

Selain itu, lanjutnya, Kasus konfirmasi dirawat per 100.000 penduduk hanya 2 persen.

"Meski begitu, kita tetap mempedomani PPKM Level 3 yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat," jelas Insan.

Selain itu, Insan juga meminta masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Jangan sampai lengah, sehingga kasus Covid-19 di Boyolali bisa terus dikendalikan," harap dia.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 3, Tempat Hiburan di Boyolali Masih Tutup: Termasuk Karaoke

Siswa Jadi Duta

Boyolali sudah mengizinkan sekolah di lingkungan zona hijau Covid-19 untuk menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Kedepan, para siswa ini diharapkan tidak hanya sekedar Sekolah. 

Namun, mereka bisa memberikan contoh di lingkungan tempat tinggalnya, menjadi agen protokol kesehatan (Prokes).

Baca juga: Semua SD di Sukoharjo Wajib Gelar Simulasi PTM, Tapi SMP Hanya 14 Sekolah Saja, yang Lain Kenapa?

Baca juga: Meski Belum 100 Persen Siswa Solo Divaksin, Gibran : Orangtua Jangan Takut Kirimkan Anak ke Sekolah

Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto mengatakan, ingin siswa disiplin dalam menerapkan prokes.

Guru yang bisa melakukan pendekatan terhadap siswanya, dapat lebih mudah mengarahkan dalam menerapkan disiplin prokes.

"Saya ingin anak-anak setelah bertemu guru di sekolah, mereka menjadi agen-agen disiplin prokes. Berani mengingatkan sesama teman maupun keluarga yang melanggar prokes," kata Darmanto.

Baca juga: Tatap Muka di Sragen Digilir, Pembelajaran di Sekolah Secara Tatap Muka Hanya 3 Jam Saja

“Selain target kurikulum, guru harus bisa mendisiplinkan dan menasihati prokes pada siswa,” tambahnya.

Dia menyebut saat ini ada 46 SD yang sudah menggelar PTM. Jumlah itu bisa terus bertambah seiring kesiapan sekolah dalam menggelar PTM.

“SD tersebut sudah mulai menggelar PTM sejak Senin kemarin,” ujarnya.

Baca juga: Potret Sekolah Tatap Muka di SD Warga Solo, Setiap Meja Pakai Sekat: Siswa Antusias

Darmanto menyebut, telah memberikan kesempatan bagi 57 SD inti untuk uji coba PTM.  

57 SD Inti ini tersebar di Kecamatan Boyolali Kota ada lima SD, Sawit dua SD,  Simo tiga SD, Selo tiga SD, Cepogo tiga SD, Kemusu dua SD, Ngemplak tiga SD, Karanggede dua SD, Sambi tiga SD,  Musuk dua SD.

Kemudian Tamansari dua SD,  Ampel dua SD, Banyudono dua SD,  Gladagsari dua SD, Nogosari tiga SD,  Klego dua SD,  Wonosamodro satu SD, Wonosegoro satu SD, Teras tiga SD,  Mojosongo tiga SD, Juwangi empat SD, dan  Andong tiga SD.

" Sifatnya tidak wajib, semua tergantung kesiapan sekolah," katanya. 

Persiapan Sekolah di Solo 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memerintahkan sekolah negeri dan swasta tetap menggelar tatap muka.

Hal ini ditekankan orang nomor satu di Kota Bengawan, meski para siswa belum secara keseluruhan mendapatkan vaksin.

Tetapi dirinya memastikan siswa aman dari penularan.

"Untuk para orang tua jangan takut mengirimkan anaknya ke sekolah meski belum mendapatkan vaksin," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 di Solo Dijalankan dengan Segala Kelonggaran, Gibran Sebut Zona Orange Menuju Kuning

Baca juga: Nekat Jadi Bos Miras di Tengah Kampung, Pria Jogonalan Klaten Diamankan, Polisi Sita 700 Lebih Botol

"Vaksin itu kekebalan komunal, kalau guru dan staf pendidikan sudah divaksin, anak-anak aman," terangnya.

Dirinya menyampaikan bilamana nanti ada siswa yang terdeteksi positif Covid-19, maka PTM akan dihentikan.

"Kalau ada (siswa positif Covid-19) langsung kita hentikan kegiatan PTM," jelasnya.

"Namun hanya sekolah itu saja, kita tetap gas dan rem, dan akan terus dievaluasi," ungkapnya.

Gibran juga sedang menargetkan para siswa dari usia 12-17 tahun untuk mendapatkan vaksin, selama PPKM Level 3.

"Masih ada 50 ribu siswa yang belum mendapatkan vaksin dari 76 ribu siswa," terangnya.

Selain mendorong siswa, Gibran juga berharap agar perguruan tinggi untuk memulai kuliah secara tatap muka.

"UNS sudah memulai dan UMS nanti juga akan segera," harapnya.

Sudah Tatap Muka

Setelah merestui UNS, kini Gibran Rakabuming Raka memberikan lampu hijau bagi kampus Politeknik ATMI Surakarta untuk menggelar tatap muka.

Wali Kota Solo itu pun mendatangi langsung kampus yang tengah menjalankan vaksinasi dengan menyasar 4.000 orang di antaranya mahasiswa.

"Rencananya di sini (ATMI) tanggal 13 September sudah tatap muka (PTM)," aku dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (4/9/2021).

Namun selain ATMI, Gibran juga minta kampus lain untuk bersiap adakan PTM.

Baca juga: Sedihnya Wisatawan Asal Cirebon & Colomadu, Jauh-jauh ke Bonbin Jurug, Ternyata Belum Resmi Dibuka

Baca juga: Catat! Baru UNS Kampus di Solo, yang Sudah Diberi Izin Tatap Muka Langsung oleh Wali Kota Gibran

"Kampus lain harus siap semua, UNS hari Senin depan sudah PTM, UNS paling cepat vaksinnya," jelasnya menekankan.

Gibran mengaku masih punya PR untuk mahasiswa yang berasal dari luar Solo karena kesusahan untuk mencari vaksin.

"Mahasiswa dari luar kota Solo ada kebijakan khusus paling tidak swab atau nanti kita carikan solusi agar mereka dapat vaksin di sentra vaksinasi non domisili," kata Gibran.

"Tapi kalau dari kota asalnya belum di vaksin dia tidak bisa naik pesawat, bus atau transportasi lainnya," tutur dia,

Dia menambahkan, untuk itu mahasiswa dari luar daerah bisa kuliah secara daring dahulu.

"Kalau kemarin saya bicara dengan pak Rektor UNS yang dari luar kota tidak di prioritaskan tapi tetap bisa ikut secara daring," terang dia.

Bahkan menurut dia, tatap muka di Solo bagi mahasiswa belum diwajibkan jika ada salah satu izin yang belum terpenuhi.

"Jika ada yang belum diperbolehkan orang tua ya tidak diwajibkan, nanti secara daring dan tidak dibeda-bedakan," jelas Gibran.

UNS Siap Tatap Muka

Baru kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sudah mendapatkan izin tatap muka dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Disebutkan kampus di Kecamatan Jebres itu akan mengadakan PTM pada Senin (6/9/2021).

Gibran mengaku memberikan lampu hijau untuk memulihkan kualitas pendidikan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"UNS bisa dibuka dan sudah koordinasi sama Pak Rektor," kata dia kepada TribunSolo.com, Jumat (3/9/2021).

Bahkan UNS menjadi satu-satunya kampus di Kota Bengawan yang akan membuka tatap muka di tengah PPKM level 3.

Baca juga: Bocoran Kuliah Tatap Muka di Kampus UNS, Wali Kota Gibran : Saya Sudah Berkoordinasi dengan Rektor

Baca juga: Remuknya Hati Ini, Baru Datang SD di Boyolali Sudah Porak-poranda : 37 Jendela Pecah,Kaca Berserakan

"Kampus lain belum tahu, belum koordinasi juga," aku Gibran.

Namun Gibran memberikan catatan, jika ada sekolah atau perguruan tinggi yang siswa dan mahasiswa terpapar Covid-19 akan dihentikan dulu.

"Kalo PTM digelar dan ada satu saja siswa yang terdampak, akan kita stop, tapi hanya di sekolah itu saja yang lain tetap berjalan," jelas dia.

Gibran juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat dengan sekolah yang mengadakan PTM.

"Tentu kita berkoordinasi dengan puskesmas terdekat sekolah yang mengadakan PTM untuk penanganan jika ada yang terpapar Covid-19, setelah itu tetap kita tracing," aku dia.

Aplikasi PeduliLindungi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan izin ke sejumlah lini publik untuk mulai membuka kegiatannya.

Namun untuk masuk ke dalam area tersebut masyarakat harus sudah dalam keadaan divaksin dan mendaftarkan diri ke aplikasi Peduli Lindungi.

"Selain mall nanti aplikasi Peduli Lindungi juga akan disiapkan untuk transportasi publik," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (30/8/2021).

Gibran juga telah berkoordinasi dengan civitas akademika kampus agar bisa mengadakan perkuliahan tatap muka.

"Tadi saya sudah berkoordinasi dengan Rektor UNS Prof Jamal," ujarnya.

Baca juga: PPKM Karanganyar Level 3, Bupati Juliyatmono Janji Longgarkan Sektor Ekonomi, Wisata hingga Mall

Baca juga: Hore! PPKM Sragen Jadi Level 3, Pembukaan Tempat Wisata dan Sekolah Tatap Muka di Depan Mata

"Nanti untuk masuk perkuliahan juga diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," jelasnya.

Gibran juga menyebut bahwa area wisata Taman Satwa Taru Jurug akan segera dibuka pasca Inmen PPKM Level 3 turun.

"Tentu akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," ucapnya.

Gibran menegaskan bahwa area publik tersebut hanya boleh diakses oleh masyarakat dengan usia 12 tahun ke atas.

"Usia 12 tahun ke bawah kan belum divaksin, tentu tidak bisa menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," ucapnya.

Dirinya menyadari bahwa kebijakan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi masih ada kendala saat penerapannya di lapangan.

"Evaluasi mall selama sepekan dibuka, banyak masyarakat yang belum bisa mengakses aplikasi Peduli Lindungi, nanti akan diedukasi lagi," ungkapnya.

Ditunggu-tunggu Warga

Akhirnya yang ditunggu-tunggu warga Kota Solo tiba.

Malam ini Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan penurunan level PPKM di Kota Solo.

Setelah sebelumnya level 4 kini menjadi level 3.

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menuturkan bahwa dengan turunnya PPKM tersebut akan ada pengkondisian terhadap situasi level tersebut.

Baca juga: Gibran Mantap Potong Tunjangan PNS untuk Tambal Kas Daerah, Sebut Tak ada yang Protes ke Dirinya

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 di Solo Raya: Sekolah Tatap Muka Boleh Digelar, PKL Bisa Jualan Sampai Malam

"Meski sudah ada pelonggaran, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan, tetap gunakan masker," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (30/8/2021).

Selain itu Gibran juga membuka peluang untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka bagi anak sekolah.

"Nanti akan dimulai yang paling atas, SMA kelas 3," terangnya.

Selain itu Gibran juga akan membuka area wisata yang selama ini ditutup karena aturan PPKM Level 4.

"Nanti Taman Satwa Taru Jurug dan Balekambang akan sebentar lagi dibuka," ujarnya.

"Untuk kapannya masih menunggu inmen," terangnya.

Dilansir dari data Dinas Kesehatan Kota Solo, hari ini kasus Covid-19 berjumlah 19 orang.

Diumumkan Jokowi

Kabar baik untuk warga Solo Raya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan wilayah aglomerasi Solo Raya dan Malang Raya mengalami penurunan level PPKM, dari level 4 ke level 3.

Menurut Jokowi, aturan ini berlaku dalam penerapan PPKM sepekan ke depan, 31 Agustus hingga 6 September 2021.

Baca juga: Jika PPKM Diperpanjang Lagi Malam Ini, Bupati Juliyatmono Yakin Karanganyar Turun Jadi Lavel 3

"Untuk wilayah Jawa Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk level 3, yakni Malang Raya dan Solo Raya," kata Jokowi dalam pernyataan yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/8/2021).

Ia menuturkan, wilayah yang masuk ke dalam level 3 pada penerapan PPKM minggu ini adalah wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya.

Sedangkan wilayah aglomerasi Semarang Raya berhasil turun level dari level 3 ke level 2.

"Sehingga secara keseluruhan di Jawa Bali ada perkembangan yang cukup baik," ungkap Jokowi.

Jokowi menyebut dalam seminggu terakhir terjadi perbaikan situasi Covid-19 di Indonesia.

"Alhamdulillah atas kerja keras seluruh pihak dan Ridho Allah SWT dalam satu minggu terakhir ini, sudah terjadi tren perbaikan situasi Covid-19."

"Tingkat positivity rate terus menurun dalam 7 hari terakhir," ungkap Jokowi.

Sementara itu tingkat keterisian rumah sakit untuk kasus Covid-19 semakin membaik.

"Rata-rata BOR (bed occupancy rate) nasional berada di sekitar 27 persen," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: BREAKING NEWS Level PPKM Solo Raya dan Malang Raya Turun dari Level 4 ke Level 3

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved