Breaking News:

Berita Solo Terbaru

UNS Solo Jalin Kerja Sama dengan Tribun Network, Isi Kelas Jurnalistik untuk Mahasiswa

Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNS menjalin kerja sama dengan praktisi lapangan.

TribunSolo.com
Kampus besar UNS yang terletak di Kecamatan Jebres itu sudah mendapatkan izin pertama dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Iqbal Fathurrizky

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tribun Network dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNS menggelar kerja sama.

Kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas mutu mahasiswa.

Chafit Ulya, selaku koordinator Program Lompatan IKU (Indikator Kinerja Utama) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNS mengaku sudah mempersiapkan praktisi untuk mengisi kelas selama 6 pertemuan.

Salah satunya Krisna Sumargo, jurnalis senior dari Tribun Network yang akan menjadi dosen pengganti dalam kelas jurnalistik di program ini.

Baca juga: Momen Rektor UNS Jamal Mengajar Tatap Muka Perdana : Isi Mata Kuliah Hukum, Diikuti 11 Mahasiswa

Baca juga: RESMI! Kampus UNS Solo Akhirnya Gelar Kuliah Tatap Muka, Tapi Terapkan Hybrid Learning, Apa Itu?

"Kami sudah siapkan 3 praktisi untuk isi 3 mata kuliah yaitu penyuntingan, penyiaran, jurnalistik. Tribun akan isi untuk kelas jurnalistik," kata Chafit kepada TribunSolo.com Senin (20/9/2021).

Chafit mengaku program ini direalisasikan untuk menopang lulusan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia agar siap dalam menghadapi dunia kerja.

"Memang fokus utama kami mahasiswa jadi tenaga pengajar, namun kita kasih pandangan alternatifnya. Bisa jadi penyunting, editor, wartawan dan lain-lain," kata dia.

Baca juga: Catat! Baru UNS Kampus di Solo, yang Sudah Diberi Izin Tatap Muka Langsung oleh Wali Kota Gibran

Chafit menjelaskan kuliah ini akan diperuntukan bagi mahasiswa semester 5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta nantinya sebanyak 2 kelas yang terdiri 30-40 mahasiswa akan dapat kelas khusus ini.

"Program ini berlangsung selama 1 bulan lebih, yaitu tepatnya 6 pertemuan," jelas Chafit.

Chafit berharap mahasiswanya tersebut bisa lebih siap memilih karier ketika sudah lulus nanti.

"Jadi ini mata kuliah pilihan, yang utama tetap kami cetak jadi guru. selain jadi guru kami persiapkan lulusannya biar punya peluang berkarier lebih banyak," ungkap dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved