Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Terkenal dengan Miras Ciu, Ini Asal Usul Nama Desa Bekonang di Sukoharjo

Desa Bekonang di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo sangat identik dengan Ciu.

TribunSolo.com/Agil Tri
Suasana Jalanan di sekitar Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo. 

Sejak tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mulai menata pengrajin ciu di Bekonang dan di Polokarto.

Mereka mulai diarahkan untuk memproduksi alkohol murni untuk kepentingan medis dan industri.

Saat itu, pemerintah memberikan bantuan berupa alat untuk pembuatan alkohol.

Baca juga: Batal Dibangun Waterboom, Penambahan Fasilitas di Taman Pakujoyo Sukoharjo Diganti Taman Budaya

"Jadi ada dua jenis, alkohol untuk kepentingan medis, dan alkohol untuk minuman." ucapnya.

"Kalau untuk kebutuhan medis digunakan untuk racikan rokok, membuat makeup, kebutuhan rumah sakit dan toko kimia." ucap dia.

"Sementara untuk minuman, ya dikonsumsi," imbuhnya.

Perbedaan Ciu dan Alkohol Medis

Yang membedakan alkohol dan ciu adalah proses pembuatan dan kadar alkoholnya.

Ciu biasanya memiliki kadar alkohol sekira 30-35 persen, sementara alkohol medis diatas 90 persen.

Untuk mencapai kadar alkohol yang lebih tinggi, Ciu masih harus diolah dan melalui proses penyulingan hingga tiga kali.

"Tiap kali penyaringan, kita butuh waktu tiga hari," jelasnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kadar alkohol sebesar 95-97 persen.

Pengrajin Alkohol dan Ciu

Ada ratusan pengrajin Ciu dan Alkohol yang berada di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

Di Polokarto pengrajin yang tercatat sebanyak 92 pengrajin, sementara di Mojolaban ada 50 pengrajin.

Untuk di Mojolaban, tidak semua pengrajin dapat mengolah tetes tebu ini menjadi etonol.

"Mungkin hanya 50 persen pengrajin yang bisa membuat sampai etanol, karena kemampuan tiap pengrajin berbeda-beda." jelasnya.

Di Bekonang sendiri dapat memproduksi Alkohol untuk keperluan medis sebanyak 50 liter per hari.

Biasanya, alkohol ini dijual dengan harga Rp 30-40 ribu perliter.

Sementara untuk Ciu, biasanya dijual di harga Rp 8 ribu perliter. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved