Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Ketahuan Curi Aki Motor Milik Petani di Sukoharjo, Pria Asal Klaten Ngaku Tentara Ternyata Gadungan

Seorang pria berinisial S (35), warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten ditangkap warga karena kepergok sedang mencuri aki.

TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Jumat (24/9/2021). 

"Kalau di rumah itu, pernah dia cuma clingak-clinguk, awasi daerah sekitarnya dari belakang pintu, itu kan mencurigakan," katanya.

Kemudian, dari pihak keluarga memiliki keberanian untuk melaporkan Hadi Purwanto ke koramil dan kepolisian.

"Kan keluarganya di sini ada juga yang tentara, setelah di cek, memang tidak terdaftar, dari situ akhirnya berani melapor," jelasnya.

Di Rumah Pakai Seragam

Kedok pria bernma Hadi Purwanto (53) yang mengaku dirinya sebagai tentara berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI akhirnya terungkap.

Warga Lampung itu ditangkap di rumah kakak iparnya di Dukuh Ngrendeng RT 17, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.

Salah satu warga sekitar, SW mengatakan warga sudah lama menaruh curiga terhadapnya.

"Kan waktu dulu-dulu sudah ke sini (Dukuh Ngrendeng), tapi belum punya bukti-bukti, warga sini sejak dulu sudah curiga," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Mengintip Harga Peti Jenazah yang Dibuat Perajin Solo :  Ada Peti Seharga Mobil, Menembus Rp 75 Juta

Baca juga: Kesaksian Tetangga Warsidin Sragen : 20 Tahun Hidup Berdampingan dengan Buaya, Antara Takut & Tidak

Hadi datang ke Dukuh Ngrendeng semenjak dirinya menikah dengan istrinya saat ini.

Menurutnya, Hadi pertama kali ke Gemolong, setelah pihaknya menikah dengan istrinya, sejak tahun 2013.

"Kalau datang, warga ya cuma memantau saja, curiganya sudah sejak dulu," singkatnya.

Selalu berseragam tentara, merupakan kelakuan Hadi Purwanto yang menambah kecurigaan warga masyarakat.

"Sejak pertama kali datang ke sini, sudah pakai seragam tentara, pulang pergi," jelasnya.

"Di rumah aja pakai seragam, yang kaos, sama pakai celana pendek loreng, selain seragam tentara jarang," tambahnya.

Bahkan, Hadi Purwanto mengaku ke warga sekitar, jika pihaknya mempunyai kenalan tentara dengan pangkat yang tinggi.

"Sepatunya kadang dipamerin sama tetangga-tetangganya, sepatunya banyak, punya kartu itulah, punya teman di sana-sana, yang pangkatnya tinggi-tinggi," jelasnya.

Saat ini, warga sekitar tidak mengetahui keberadaan Hadi Purwanto.

Hal tersebut dikarenakan, dari pihak pemerintah setempat menolak kedatangan tentara gadungan tersebut ke lingkungannya.

Baca juga: Kamu Warga Solo Tapi Belum Divaksin? Yuk Daftar Vaksinasi Gratis pada 5-15 Juli 2021, Ini Linknya

"Kemarin sudah bilang sama kepolisian, pihak RT tidak menerima, kalau dilepas jangan sampai ke sini lagi, nanti khawatir warganya resah," ungkapnya.

Kini, sejak peristiwa penangkapan Hadi Purwanto, kehidupan warga sekitar kembali normal.

"Semenjak penangkapan, warga bisa kembali tenang," kata dia.

Fakta Setelah Beristri

Beredar informasi di media sosial jika keluarga di Gemolong Sragen tak mengetahui seorang TNI gadungan yang mengaku berpangkat Mayjen.

Dari data yang dihimpun Tribunsolo.com, informasi tersebar di media sosial bahwa istri dari Hadi Susilo Purwanto, anggota TNI gadungan tak mengetahui akan status pekerjaan.

Saat menikah dengannya sejak tahun 7 November 2013 lalu, percaya bahwa Hadi berprofesi sebagai anggota TNI.

Namun informasi itu tidak dibenarkan oleh Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra.

Pihak yang lakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut.

Baca juga: Beredar Foto Selfie KTP yang Belum Diketahui Lokasinya, Dispendukcapil : Warga Karanganyar Hati-hati

Baca juga: Ada 5 Ribu Dosis Vaksin Corona di Karanganyar, Mau? Tapi Khusus Pelaku UMKM, Ini Link Pendaftarannya

"Tidak benar itu, sejak menikah isterinya tau kalau suaminya berkerja sebagai buruh di Bekasi," jelasnya, Jumat (25/6/2021).

Dia menambahkan, aksi mengunakan atribut TIN yang dilakukan Hadi sejak dua tahun terakhir.

"Setelah tidak bekerja jadi buruh pabrik, dua tahun lalu dia mulai menggunakan atribut TNI," jelasnya.

Sedangkan maksud tujuan datang ke Gemolog, Sragen untuk silahturahmi dengan kerabat istrinya.

"Baru satu hari sampai di Sragen, namun benar ia mengunakan atribut TNI tapi di rumah kerabatnya itu," tegasnya.

Namun setalah di lakukan pemeriksaan, tidak ada warga Gemolong yang dirugikan secara materi.

"Sehingga tidak bisa ditindak secara hukum", jelasnya.

Namun untuk pakaian dan atribut TNI, semuanya sudah di sita oleh Polisi Militer Sragen.

Koramil Bergerak

Tim Koramil dan Polsek Gemolong, Kabupaten Sragen mengamankan seorang tentara gadungan yang mengaku berpangkat Mayjen pada Rabu (23/6/2021) lalu.

TNI gadungan tersebut bernama Hadi Purwanto asal Dukuh Karangtengah, RT 3, Punduh Pidada, Pesawaan, Lampung.

Dia ditangkap di rumah kakak iparnya di Dukuh Ngrendeng RT 17, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong.

Baca juga: Kisah Taemin SHINee Jalani Wajib Militer, Tampil Pelontos Bak Tentara, Kini Bertugas di Bagian Ini

Baca juga: Tentara Gadungan di Lampung Perdaya Wanita, Korban Diperas & Diperkosa di Kebun Jagung

Setelah penangkapan itu, Hadi diamankan di Polsek Gemolong, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra membenarkan adanya penangkapan oknum TNI gadungan di Kaloran tersebut.

"Iya benar, yang mengamankan anggota Koramil Gemolong dan anggota Kodim. karena ada laporan warga yang curiga dengan gerak-gerik oknum tersebut," jelasnya, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar: Polisi dan Tentara Gunakan TikTok sebagai Senjata Pengancam Demonstran

Setelah dilakukan penangkapan oleh Tim Koramil Gemolong, barulah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dia menjelaskan, tidak ada warga Gemolong yang dirugikan secara materi.

"Sehingga tidak bisa ditindak secara hukum", jelasanya.

Namun untuk pakaian dan atribut TNI, semuanya sudah disita oleh PM Sragen.

Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Ditembak Tentara Myanmar saat Duduk di Pangkuan Ayah, Kecaman Dunia Mengalir

Motif pelaku mengaku TNI ini adalah lantaran gagal tes masuk menjadi TNI. 

"Sudah tiga kali mendaftar jadi anggota TNI, tapi enggak lulus," jelasnya.

Sehingga melakukan aksi itu, selama bertahun-tahun.

"Tidak ada indikasi gangguan jiwa juga, dilakukan secara sadar," tegasnya.

Saat ini Hadi, sudah di pulangkan dan dilakukan pembinaan.

Aksi Tentara Gadungan di Lampung

Seorang pemuda pengangguran yang mengaku sebagai anggota TNI menipu, menyekap, dan memerkosa, seorang perempuan paruh baya.

Pelaku berinisial MS (28) alias Merhan, warga Kampung Gedung Sari, Kecamatan Anak Ratu Aji, itu ditangkap aparat Polsek Padang Ratu.

Polisi terpaksa menembak kaki pelaku karena melawan saat ditangkap pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Padang Ratu, Komisaris Polisi (Kompol) Muslikh mengatakan, pelaku telah memerkosa, menyekap, dan menipu korban berinisial MGW (51) warga Kelurahan Kebun Bawang, Jakarta Utara, pada Selasa (20/4/2021).

Kasus ini terungkap setelah masyarakat melapor ada seorang perempuan yang ketakutan saat memperbaiki mobil di Kampung Gedung Sari pada Rabu pagi.

“Ada warga yang melihat perempuan itu (korban) ketakutan di dalam mobil. Lalu melapor ke mapolsek,” kata Muslikh dalam keterangan pers, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Fakta Baru Anak DPRD Bekasi Rudapaksa Gadis 15 Tahun : Korban Dipaksa Layani 5 Pria dalam Sehari

Petugas yang menyelidiki laporan itu mendapati korban memang terlihat ketakutan. Petugas juga melihat pelaku seperti mengancam korban di dalam mobil bernomor polisi B 2043 UBC

“Kami langsung mengejar mobil itu dan dicegat di Dusun Tretek, Kampung Gedung Ratu. Karena pelaku melawan, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur,” kata Muslikh.

Korban datang sendiri ke Lampung

Berdasarkan pemeriksaan, kasus ini berawal dari perkenalan pelaku dengan korban pada Januari 2021.

Saat itu pelaku menggunakan foto orang lain dan mengaku berprofesi sebagai anggota TNI yang bertugas di Lampung.

“Pelaku mengaku bernama Duha dan berprofesi sebagai anggota TNI AU,” kata Muslikh.

Baca juga: Aksi Bejat Oknum Dosen di Jember, Rudapaksa Keponakan Sendiri, Modus Terapi Kanker Payudara

Selama berkomunikasi intens, pelaku telah menerima uang sebanyak Rp 17 juta yang ditransfer korban.

Hingga pekan lalu, pelaku meminta korban datang ke Lampung dengan alasan membantu membawa ibunya berobat ke rumah sakit.

Korban tiba di Lampung pada Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat menjemput korban di daerah Kotabumi, Lampung Utara, pelaku mengaku sebagai keponakan Duha.

“Pelaku saat itu mengaku sebagai keponakan Duha yang disuruh menjemput korban,” kata Muslikh.

Korban yang tidak sadar telah ditipu menuruti ajakan pelaku ke rumah Duha. Namun, dalam perjalanan, korban justru diarahkan ke kebun jagung di Kampung Srimulyo.

Di kebun ini korban disekap dan diperkosa oleh pelaku. Korban juga diancam akan dibunuh jika tidak memberikan uang sebanyak Rp 50 juta.

Baca juga: Pria di Lampung Tengah Merudapaksa Keponakan Sendiri, Aksi Bejatnya Dilakukan Selama 12 Tahun

Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, korban dibawa keluar dari kebun dan diajak berputar-putar. Pelaku terus mengancam akan membunuh korban jika uan tidak diberikan.

Hingga, aksinya itu dipergoki warga yang kemudian melapor ke kepolisian.

“Pelaku kami persangkakan dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau 285 KUHP dan atau 378 KUHP dengan acaman hukuman penjara selama 12 tahun penjara,” kata Muslikh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengaku Anggota TNI, Pemuda Pengangguran Tipu dan Perkosa Wanita 51 Tahun", Klik untuk baca: 

https://regional.kompas.com/read/2021/04/24/121821078/mengaku-anggota-tni-pemuda-pengangguran-tipu-dan-perkosa-wanita-51-tahun?page=all#page2

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved