Breaking News:

Gatot Nurmantyo Tuding Komunisme Telah Menyusup di Tubuh TNI, Hadi Tjahjanto Bereaksi, Ini Katanya

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan tanggapannya soal isu paham komunisme menyusup di tubuh TNI yang dilontarkan Gator Nurmantyo.

Editor: Hanang Yuwono
Warta Kota/Henry Lopulalan
Panglima TNI, Hadi Tjahjanto. 

TRIBUNSOLO.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bereaksi, memberikan tanggapannya soal isu paham komunisme menyusup di tubuh TNI.

Sebelumnya, pernyataan soal komunisme menyusup di tubuh TNI dilontarkan oleh Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Gatot membahas hal itu saat bicara tentang pembongkaran sejumlah patung para tokoh militer di Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Baca juga: Pengakuan Gatot Nurmantyo Sempat Ditawari Jadi Ketum KLB Demokrat: yang Ngajak Saya Orang Dekat SBY

Baca juga: Gatot Nurmantyo Ternyata Juga Pernah Ditawari Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Begini Pengakuannya

Hadi menganggap pernyataan Gatot sebagai nasehat senior bagi prajurit aktif TNI untuk senantiasa waspada agar sejarah kelam tidak kembali terjadi.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018).
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

Ia mengatakan sebagai institusi, TNI selalu mempedomani bahwa faktor mental dan ideologi merupakan sesuatu yang vital.

Untuk itu, kata dia, pengawasan intensif baik terhadap radikal kiri, radikal kanan, maupun radikal lainnya secara eksternal dan internal selalu menjadi agenda utama.

Hadi juga menyatakan tidak mau berpolemik terkait hal tersebut.

Hal itu karena menurutnya isu tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

"Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat. Dan sebenarnya masalah ini sudah diklarifikasi oleh institusi terkait," kata Hadi ketika dikonfirmasi wartawan pada Senin (27/9/2021).

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo menyatakan bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI dapat dilihat dari hilangnya sejumlah barang di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved