Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Dua Hal yang Bikin Komunitas Gay di Solo Berkembang, Pakar UNS : karena Nafsu dan Kebutuhan Ekonomi

Munculnya komunitas penyuka sesama jenis atau gay di Kota Solo karena menggunakan kos-kosan, menjadi perhatian publik.

TribunSolo.com/Dok Polda Jateng
Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy saat jumpa pers dan menampilkan sejumlah tersangka terapis gay di Jalan Pamugaran Utama, Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Senin (27/9/2021). 

Dia membeberkan, ada dua kategori mereka mau melakukan aksi menyimpang dalam pemuasan nafsu seksualnya yakni non komersial dan komersial.

"Komersiĺ inilah yang membentuk prostitusi itu, karena hasratnya bukan hanya pemuasan hawa nafsu, melainkan ekonomi, mendapat sejumlah uang," terang dia.

Dalam perannya dalam hubungan seksualitas, dalam dunia gay ini dibagi menjadi dua, ada yang menjadi top ada bottom.

Top ini merupakan gay yang berperan sebagai laki-laki atau yang melakukan penetrasi, sedangkan bottom yang berperan sebagai wanita.

Diketahui setiap mucikari menyediakan dua type tersebut.

"Ini kaitannya dengan selera ya. Seperti layaknya prostitusi wanita. Pelanggan kan beda-beda seleranya," kata dia.

Baca juga: Pengakuan Pemilik, Kosnya Jadi Prostitusi Gay : Tak Curiga, Semua Beristri, Ada yang Hamil 8 Bulan

Baca juga: Kesaksian Warga Soal Kos untuk Kaum Gay di Solo : Setiap Hari Ramai, saat Digerebek Terkesan Senyap

Terjun ke dunia Gay ini bukan tanpa resiko, karena ada banyak aspek dampak yang akan ditimbulkan.

"Bisa saja memiliki riwayat infeksi seksual atau HIV, apalagi sekarang marak Covid-19," ujarnya.

"Itu baru kesehatan, para pelaku gay ini juga rentan menjadi korban kekerasan dari pasangan sejenisnya," aku dia.

Sudah Beristri

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved