Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Cerita Pelaku Usaha Batik Solo: Dihantam Corona, Mobil dan Motor Terpaksa Dijual Selamatkan Usaha

Corona memang bikin banyak usaha macet.Tak terkecuali bagi pengusaha batik di Solo ini. Mereka sangat terdampak pandemi Covid-19. 

TribunSolo.com
Pengusaha Batik Solo Gunawan Setiawan, Sabtu (2/10/2021) 

Sebab, dia akan melakukan tawar-menawar dengan calon pembelinya terlebih dahulu.

Namun, ia mengatakan jika paket soundsystem miliknya itu dia beli seharga Rp250 jutaan.

Dalang Ngamen

Sejumlah dalang di Kabupaten Boyolali sangat merasakan dampak dari pandemi covid-19.

Dilarangnya pentes kesenian, membuat para dalang tidak bisa manggung.

Baca juga: Pilunya Dalang di Klaten, Tak Bisa Pentas karena Corona: Gadaikan Sertifikat Rumah Demi Sekolah Anak

Baca juga: Ketika Para Dalang dari Solo Raya Harus Ngamen Door to Door, Kepepet Butuh Dihantam Corona

Alhasil, para dalang ini mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari apabila selama ini hanya mengandalkan profesi sebagai seniman dalang.

Kendati demikian, mereka tak kehilangan akal. Belum lama ini, kumpulan dalang itu ngamen pentas dari rumah ke rumah warga.

Ngamen itu diinisiasi oleh Ki Wartoyo, dalang asal Boyolali. Ia bersama tim melakukan pentas di Kecamatan Tuntang, Semarang pada Rabu (15/9/2021) lalu.

"Awalnya mendapat keluhan dari teman-teman dalang senior lewat telepon, saya inisiatif memberikan solusi untuk ngamen itu. Saya yang carikan lokasi di tempat yang biasa buat tampil dulu," kata dia Minggu (19/9/2021).

Dalam aksi ngamen itu terdapat lima dalang senior, yakni Ki Kasim Subandi asal yang berasal Klaten.

Sementara empat dalang lainnya yakni Ki Joko Sunarno, Ki Joko Sartono, Ki Kangko dan Ki Anggoro Dwi Sadono yang semua berasal dari Boyolali.

Mereka juga memboyong satu orang sinden dan alat-alat gamelan beserta wayang dengan menggunakan mobil.
"Jadi tim bergerak dari rumah ke rumah, kulonuwun dulu sama tuan rumahnya kalau mau ngamen. Ketika dapat izin baru digelar," jelasnya.

Demi menekan pengeluaran, dalang-dalang itu terpaksa tidak membawa tim penabuh gamelan. Lima dalang itu bergilir untuk menabuh gamelan dan mendalang.

Lantas berapa pendapatan yang didapat dengan mengamen dari rumah ke rumah itu? Wartoyo mengatakan bahwa pendapatan bervariasi sesuai pemberian tuan rumah.

"Kemarin ada tuan rumah yang langsung minta tiga jam, diberi Rp 4 juta. Ada yang lucu juga, ngasih cuma Rp 50-100 ribu, tapi ya diterima," aku dia.

Baca juga: Dalang di Boyolali Jual Wayang di Pinggir Jalan Pasar Mangu, Terpaksa Buat Bayar Cicilan

Lebih jauh Wartoyo mengaku pendapatan mengamen kemarin mencapai Rp 5.200.000.

"Uang segitu dibagi lima dalang tadi sama sindennya," jelasnya.

Rencananya, dalam bulan ini tim ngamen dalang itu akan menggelar kegiatan serupa diberbagai daerah dengan tambahan personil dalang. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved