Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Pemilik Toko Batik di PGS Mengeluh Penghasilan Merosot: Sudah Tak Seramai Dulu

Dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS). 

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Kondisi Pusat Grosir Solo (PGS) pada Minggu (3/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan pedagang di Pusat Grosir Solo (PGS). 

Seperti yang dirasakan oleh David Effendy (68) salah satu pemilik kios yang menjual beraneka jenis pakaian bermotif batik di PGS.

Ia mengaku penjualannya merosot drastis sejak pandemi muncul di Indonesia hingga sekarang.

Baca juga: Pusat Grosir Solo Gelar Gathering Outlook Ekonomi dan Property 2019

Baca juga: Pusat Grosir Solo Akan Dilengkapi Hotel

"Sejak ada Corona ini sepi banget, merosotnya jauh sekali. Padahal biasanya memasuki hari libur begini ramai," kata dia kepada TribunSolo, Minggu (3/10/2021).

David mengaku sudah 10 tahun lebih menjual beragam jenis pakaian bermotif batik di PGS.

Biasanya, kata David, memasuki akhir pekan seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu pengunjung di PGS luar biasa banyaknya.

Baca juga: Gaet Wisatawan, Pusat Grosir Solo Kembali Hadirkan Event Pasar Malam

Bahkan kebanyakan pengunjung dan pembeli berdatangan dari luar kota. Namun kala pandemi seperti ini, pengunjung disana menjadi sepi.

"Biasanya banyak bus pariwisata dari luar kota. Sekarang sepi, luar kota enggak ada yang masuk, hanya pengunjung lokal saja," keluh dia.

Saat disinggung berapa banyak penurunan penjualan yang dialami, David mengaku tak dapat merincinya. Yang jelas, ia mengaku bahwa penjualan menurun drastis.

Pantauan lapangan TribunSolo.com, kondisi PGS pada hari Minggu sekitar pukul 12.00 WIB, cukup ramai.

Namun menurut David, ramai pengunjung itu tak ada apa-apanya dibandingkan sebelum pandemi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved