Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, Masyarakat Tetap Diminta Waspada dengan Perkuat Diri Jaga Negeri

Pemerintah menyebut dunia mengakui keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka positif Covid-19 dalam satu bulan.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Penurunan kasus Covid-19 tetap menjadi perhatian masyarakat.

Usai lonjakan kasus aktif beberapa waktu lalu, kasus menurun hingga 56 persen.

Baca juga: Cerita Pelaku Usaha Batik Solo: Dihantam Corona, Mobil dan Motor Terpaksa Dijual Selamatkan Usaha

Dilansir dari TribunNews, pemerintah menyebut dunia mengakui keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka positif Covid-19 dalam satu bulan. 

Hal ini membuat Indonesia berada dalam 10 besar negara di dunia yang berhasil menurunkan angka covid secara signifikan. 

Namun menurut Tim Marketing dan Komunikasi Gerakan Pakai Masker (GPM), Fardila Astari, masyarakat tetap harus waspada.

Walaupun memang ada penuruan kasus secara signifikan. 

Apalagi sebagian masyarakat ada yang merasa eforia terhadap penurunan kasus. Sehingga lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan. 

"Misalnya jalan ke Bogor, saat penurunan level, mulai banyak masyarakat keluar restoran, ke tempat wisata. Melihat sendiri bahwa mulai ada kelalaian dan kelengahan," ungkapnya dalam seminar virtual melalui kanal YouTube FMB9ID, Selasa (21/9/2021).

Oleh karena itu, GPM kata Fardila melakukan kampanye 'Perkuat Diri Jaga Negeri'.

Kampanye ini berisikan ajakan pada masyarakat untuk menjaga dan mengawal bersama terhadap prokes.  

"Dengan kampanye  Perkuat Diri Jaga Negeri, kita dorong masyarakat untuk terus patuh menjaga prokes," katanya lagi. 

Update Vaksin Covid-19 : Indonesia Sudah Capai Target Vaksinasi yang Ditetapkan WHO

Indonesia kini terus mengupayakan proses vaksinasi.

Kabar baik datang dari proses vaksinasi di Indonesia.

Baca juga: Sayembara di Boyolali : Desa Pertama yang Bisa Vaksin 100 Persen Warganya Dapat Hadiah Ini 

Kini pemerintah Indonesia telah berhasil mencapai target vaksinasi Covid-19 yang ditetapkan lembaga kesehatan dunia atau WHO.

Dilansir dari TribunNews, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan pada pekan ini, Indonesia telah mencapai 40 persen vaksinasi Covid-19.

"Alhamdulillah Puji Tuhan Indonesia sudah melampaui target 10 persen, bahkan sudah mencapai bechmark atau target 40 persen pemberian dosis pertama di Minggu ini, sedangkan sebanyak 22,73 persen dari 208.265.720 sasaran vaksinasi di Indonesia sudah menerima dosis kedua," kata Reisa dalam keterangan pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (26/9/2021).

Untuk diketahui WHO menargetkan agar setiap negara melakukan vaksinasi 10 persen dari populasinya pada September 2021 dan 40 persen warganya pada akhir tahun.

Dengan capaian tersebut kata Reisa, menempatkan Indonesia pada 10 besar negara dengan suntikan terbanyak di dunia.

Secara keseluruhan 43,9 persen populasi dunia telah menerima satu dosis vaksin Covid-19.

"Sebanyak 6,03 miliar dosis telah diberikan secara global dan 28,15 juta suntikan diberikan ke lengan penduduk dunia setiap harinya," katanya.

Selain itu, kata Reisa capaian vaksinasi Covid-19 Indonesia sekarang ini tidak terlepas dari tersedianya vaksin. Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan vaksin untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.

"Per hari ini pemerintah sudah menerima lebih dari 273,6 juta dosis vaksin baik melalui jalur membeli langsung, kerjasama global yang disebut sebagai Covax facility dan hibah dari negara-negara sahabat," katanya.

"Sementara itu dari Januari sampai dengan September 2021 pemerintah sudah menyalurkan lebih dari 179,8 juta dosis ke seluruh penjuru Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pantau Vaksinasi Covid-19, Gibran Didampingi Calon Raja Pura Mangkunegaran Bhre Cakrahutomo 

Virolog: Vaksin Turunkan Risiko Berat Saat Terpapar Covid-19

Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana, Prof. I Gusti Ngurah Mahardika mengatakan vaksinasi memang tidak membuat seseorang bebas 100 persen dari paparan Covid-19.

Namun dengan vaksinasi bisa menurunkan risiko berat bahkan kematian.

Vaksinasi juga mampu mengurangi tekanan terhadap rumah sakit karena meringankan gejala infeksi pada pasien.

"Amat penting untuk divaksin untuk mengurangi risiko berat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan kepada penduduk DKI Jakarta pada kurun waktu 12 Januari sampai 8 Juli 2021, dari 3,21 juta yang telah menerima dosis pertama, ada 15.088 tetap terinfeksi COVID-19 atau 0,47%.

Kemudian yang tidak bergejala sebanyak 8.051 orang dan yang memiliki gejala 6.658 orang.

Adapun pasien yang meninggal dunia sebanyak 50 orang atau 0,0016 persen.

Sementara dari yang telah menerima vaksin dosis lengkap sebanyak 1,94 juta dosis, yang tetap terinfeksi sebanyak 1.896 atau sekitar 0,1 persen.

Dari jumlah tersebut 837 tidak bergejala dan sebanyak 1,055 bergejala.

Sementara yang meninggal dunia sebanyak 4 orang atau 0,0002%.

Menyinggung masih tingginya angka kematian harian, menurut Prof. Mahardika, efek vaksinasi baru terlihat terhadap laju penyebaran COVID-19 jika penerima vaksin paling tidak 50%.

Dia mencontohkan, di negara yang capaian vaksinasi COVID-19 di atas 50 persen, seperti Amerika Serikat dan Inggris, angka kematian rendah walau lonjakan kasus positif kembali tinggi.

Menurut Prof. Mahardika, saat ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan jumlah yang menerima vaksinasi dosis pertama sebanyak 43,1 juta.

Sementara untuk dosis kedua mencapai 16,8 juta atau telah vaksinasi lengkap.

Jadi sudah hampir 60 juta dosis yang sudah disuntikkan.

Namun jika dilihat persentase dari jumlah penduduk Indonesia yang amat banyak, angka tersebut baru 8 persen dari target vaksinasi masyarakat yang sudah lengkap vaksinasi dan 20,7 persen yang sudah divaksin dosis pertama.

"Jadi masih jauh dari herd immunity atau kekebalan kelompok," imbuhnya.

(TribunNews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved