Breaking News:

Kementan RI Pastikan Pertanian di Indonesia Tidak Terganggu Pandemi, Angka Ekspor Naik 46,8 Persen

Kementerian Pertanian mencatat kinerja sektor pertanian tidak pernah tertanggu meski terjadi krisis ekonomi, maupun kesehatan akibat pandemi Covid-19.

TribunSolo.com/Dok Muchammad Habil
Ilustrasi lahan persawahan di Jalan Bangsri Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNSOLO.COM - Indonesia telah dilanda pandemi Covid-19 lebih satu dari satu tahun lamanya,

Akibatnya, terjadi krisis di dua bidang, bidang ekonomi dan kesehatan.

Meskipun begitu, hal tersebut tak menganggu kinerja sektor pertanian di Indonesia.

Kementerian Pertanian mencatat kinerja sektor pertanian tidak pernah tertanggu meski terjadi krisis ekonomi, maupun kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Bejo Supriyanto : Petani Bawang Tawangmangu yang Terima Penghargaan Kementan Meski Hanya Lulusan SMP

Baca juga: Klaten Dapat Tambahan Ribuan Ton Pupuk Bersubsidi dari Kementan RI, Ini Rinciannya

"Saat ini tetap tumbuh, sektor pertanian tidak pernah terganggu kriris. Pada masa krisis ekonomi 1997 dan 1998 saja pertanian tidak terdampak," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyo saat acara bertema Petani Bangkit Berkat Bantuan KUR, secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Menurut Kasdi, saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020, sektor pertanian menyumbang 16,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) di saat sektor lainnya mengalami tekanan.

"Ekspor pertanian pada 2020 mencapai Rp 451 triliun, naik hampir 16 persen dibanding perolehan tahun sebelumnya," ucap Kasdi.

Ekspor tersebut, kata Kasdi, masih didominasi dari produk perkebunan sebesar 91 persen, peternakan 6 persen, pangan 1 persen, dan hortikultura 2 persen.

Baca juga: Ditanya Soal Kabar Aziz Syamsuddin Jadi Tersangka Korupsi, Airlangga: Ini Lihat Pertanian Dulu 

Baca juga: Masalah Air Irigasi Sawah Pertanian di Sambi Terpecahkan, 20 Titik Sumur Dalam Terbangun  

"Untuk Januari sampai Agustus 2021, ekspor hampir Rp 400 triliun. Naik 46,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 270 triliun," paparnya.

Kasdi menilai, adanya pertumbuhan pada sektor pertanian karena produksi di lapangan tetap berlangsung dan adanya kebutuhan meski pandemi Covid-19.

"Semua kan berhenti, elektronik maupun otomotif misalnya. Mungkin hanya 13 persen yang bisa terjual, pabrik juga beroperasi hanya 30 persen," ujar Kasdi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved