Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kesaksian Pemilik Kos Soal Meninggalnya Salah Satu Penghuni Kosnya: Sempat Teriak Keras dari Kamar

TS (59) tak menyangka salah satu penghuni kamar kosnya meninggal dunia, Selasa (5/10/2021). Sebelum meninggal korban sempat teriak-teriak

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Sejumlah pemikul jenazah dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) menggotong dan memakamkan peti berisi jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Cikadut, Jalan Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/2/2021). Para petugas pemikul jenazah di TPU Cikadut kini sudah bekerja kembali setelah direkrut menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) oleh Pemerintah Kota Bandung, sehingga tidak lagi memunculkan polemik tarif pikul jenazah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - TS (59) tak menyangka salah satu penghuni kamar kosnya meninggal dunia, Selasa (5/10/2021). 

Yang lebih mengagetkan lagi, sebelum melihat ADP terbujur tak berdaya di atas kasur kamar kos itu, dia sempat mendengar suara teriakan kencang dari korban. 

Baca juga: Jukir di Solo Meninggal Saat Isoman di Indekos, Korban Terlentang di Atas Kasur Tangan Melipat

Baca juga: Siswa SMA Karanganyar Buat Gelang Laron, Bisa Memantau Lokasi Pasien Corona: Agar Disiplin Isoman 

Padahal saat itu, dia tengah pulas-pulasnya tidur pada pukul 03.30 WIB. 

TS yang merasa ada yang tak beres, seketika naik ke lantai dua untuk memastikan suara teriakan tersebut. 

Dia pun langsung menuju ke lantai dua dan langsung mengarah ke kamar korban ADP.

TS yang penasaran langsung mengetuk pintu kamar korban. Namun beberapa kali diketuk tak juga ada jawaban. 

Dan suara-suara teriakan yang semula sempat terdengar hingga lantai bawah itu sudah tak didengar lagi. 

" Saya kemudian menghubungi keluarganya, dan mendapat informasi jika korban tengah menjalani isolasi mandiri," ujar TS kepada Polisi yang diulang Kapolsek Laweyan, AKP Bobby A. Rachman, kepada TribunSolo.com, Selasa (5/10/2021).

Mendengar pernyataan dari keluarga itu, Saksi tak bisa berbuat sendirian.  Saksi kemudian menghubungi Polsek Laweyan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

Mendapat laporan tersebut, bersama Tim Inafis Polresta Solo, pihaknya kemudian mendatangi lokasi kejadian. 

"Dari hasil olah tkp tim inafis. Posisi korban terlentang diatas kasur dengan tangan melipat di dada. Ditemukan pastik berisi obat-obatan diduga milik korban," ungkapnya.

Setelah itu korban yang merupakan warga Kampung Baru, Pasar Kliwon itudi evakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan penangan lebih lanjut. 

Warga Kampung Baru, Pasar Kliwon itu  ditemukan terbaring tak berdaya di dalam kamar kos yang ada di Sriwedari, Laweyan, sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat itu, pemilik Kos TS (59) yang tengah istirahat, tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan yang berasal dari lantai atas. 

Penanganan jasad korban dilakukan sesuai dengan prosedur Covid-19 yang berlaku.

Hal itu mengingat selain memiliki riwayat penyakit,  hasil swab korban juga menunjukkan positif Covid-19. 

"Tapi sejak kapan (Positif) saya belum monitor, anggota dilapangan belum melaporkan secara detail," kata Bobby. 

Baca juga: Doni Monardo Beberkan Fakta Covid-19 Indonesia, Mayoritas Pasien Meninggal karena Penyakit Penyerta

Meninggalnya penghuni kos saat melakukan isolasi mandiri ini menjadi perhatian penting dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19. 

Untuk itu, pihaknya bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Laweyan akan mempertimbangkan apakah seluruh penghuni kos akan menjalani karantina, atau ada opsi lain seperti swab atigen. 

Baca juga: Update Corona Klaten 3 November : 1 Orang Terpapar Nakes RSST, 6 Pasien Sembuh & 1 Pasien Meninggal

"Tidak bisa diputuskan sepihak, yang jelas hari ini langsung kita rapatkan untuk diputuskan langkah kedepannya seperti apa," imbuh Bobby (*)

Pasien Covid-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi kembali terjadi. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved