Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Dua Kali Bubarkan Acara Nobar, Satpol PP Akan Fokuskan saat Laga Persis Solo

Satpol PP Kota Solo tak ingin kecolongan lagi, dengan aksi nonton bareng (nobar) saat Persis Solo berlaga.

Penulis: Agil Tri | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Fristin Intan
Kepala Satpol PP Solo Arif Darmawan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com. Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Satpol PP Kota Solo tak ingin kecolongan lagi, dengan aksi nonton bareng (nobar) saat Persis Solo berlaga.

Kepala Satpol PP Kota Solo Arif Darmawan mengatakan, pihaknya sudah membubarkan dua lokasi nobar selama gelaran Liga 2.

Dua acara nobar yang dibubarkan terjadi saat Persis Solo berlaga.

Baca juga: Oknum Satpol PP di Pekanbaru Diamuk 6 Pria, Kencani Cewe Open BO Tapi Tak Bayar Sesuai Kesepakatan

Baca juga: Catatan Satpol PP Klaten, Masih Ada Angkringan yang Langgar Jam Operasional: Gelas Disita

"Sebenarnya kami mendapatkan tiga laporan acara nobar, namun hanya dua lokasi yang kami tertibkan," katanya, Rabu (6/10/2021).

"Yang satu tidak kami tertibkan karena laporan masuk setelah laga usai," tambahnya.

Pihaknya menertibkan acara nobar di dua warung makan di kawasan Banjarsari dan Jebres pada Selasa (5/10/2021). Nobar itu diadakan saat Persis Solo berlaga melawan Persijap Jepara.

Kedepan, Satpol PP Solo bakal lebih fokus lagi pada gelaran laga kedepan, apalagi masih ada laga Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta, pada lanjutan Grup C Liga 2 pada Selasa (12/10/2021) mendatang.

Baca juga: Potret Wali Kota Solo Gibran Pakai Seragam Satpol PP Pertama Kali, sampai Sepatunya Jenis Tactical

Satpol PP bakal lebih fokus dalam pengawasan aksi maupun potensi nobar saat Laga Persis Solo dihelat.

"Sementara ini potensi nobarnya di laga Persis saja, kalau yang lain kami belum menemukan," jelasnya.

Pihaknya akan terus memaksimalkan pengawasan antarwilayah dengan melibatkan linmas-linmas kelurahan.

Satpol PP sudah memanggil pihak terkait seperti pemilik warung dan lain sebagainya untuk pembinaan di Kantor Satpol PP.

Mereka disanksi karena terbukti melanggar aturan kerumunan saat pandemi Covid-19.

"Hal terkait kerumunan sudah diatur di Perwali kita dan sudah ditegaskan di SE PPKM yang terbaru jadi aturannya sudah jelas," ujarnya.

"Kami beri SP 1, kalau ngeyel ya SP 2 dan bisa sampai kita tutup. Perintah Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota jelas soal ini," tegas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved