Berita Boyolali Terbaru

Gerbang Tol Terbanyak Soloraya Ada di Boyolali: Tol Solo-Jogja Tersambung Bakal Punya 4 Pintu Tol

Jika pembangunan jalan Tol Solo-Jogja telah selesai, maka Boyolali bisa jadi kabupaten dengan Gerbang Tol (GT)  Tol Trans Jawa terbanyak Soloraya

Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Tri Widodo
Gerbang Tol Mojosongo salah satu pintu keluar masuk Tol di Boyolali 

TRIBUNSOLO.COM- Jika pembangunan jalan Tol Solo-Jogja telah selesai, maka Boyolali bisa jadi kabupaten dengan Gerbang Tol (GT)  Tol Trans Jawa terbanyak Soloraya. 

Kok bisa? begini ceritanya. Nantinya, Jalan Tol Solo-Jogja bakal disambungankan dengan jalan Tol Solo-Semarang di Desa Denggungan, Kecamatan Banyudono. 

Baca juga: Cerita Paiman, Dapat Rp 4 M dari Ganti Rugi Tol Solo - Jogja: Buat Beli Rumah dan Dibagi Ahli Waris 

Baca juga: Pembayaran Ganti Rugi Tol Solo - Jogja di Polanharjo Klaten Capai 90 Persen: Tak Ada Banding

Nah, GT Colomadu jadi akses keluar masuk kendaraan langsung dari jalan Solo-Semarang itu rencananya akan dipindah. 

GT Tol Colomadu rencananya bakal dipindah ke wilayah Kecamatan Banyudono antara di Desa Kwiran atau Jembungan. 

Jadi GT Tol baru itulah yang menjadi akses masuk kedua ruas tol itu nantinya. 

Akses keluar masuk Tol berada di sekitaran Polsek Banyudono. 

Sehingga dengan tambahan satu GT itu, maka jumlah GT yang masuk wilayah Boyolali ada 4.

Tiga GT di Boyolali saat ini telah berfungsi. Antara lain GT Ngemplak, GT Bandara Adi Soemarmo dan GT Mojosongo. 

" Nanti kalau yang GT Tol Colomadu jadi dipindah ke Banyudono, bisa jadi Boyolali punya Gerbang Tol terbanyak," kata Asisten II, Setda Boyolali Insan Adi Asmono. 

Baca juga: Warga Desa Kuwiran Boyolali Kaya Raya, Terdampak Proyek Tol Solo - Jogja: Total Ganti Rugi Rp 165 M

Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, di Kabupaten Sragen hanya ada dua GT. 

Yakni GT Sragen dan GT Sragen Timur. Sedangkan Karanganyar juga hanya GT Kemiri, Karanganyar dan Gondangrejo, Karanganyar.

Tiga GT di Klaten

Direktur Teknik PT Jogja-Solo Marga Makmur (JMM) Pristi Wahyono mengatakan, pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) ini dimulai dari dari timur dahulu.

"Pembangunan ini dimulai sesuai arahan BPJT, yaitu membangun dari pintu keluar dulu (Kartasura)," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Tak Ada Celah ! Gerbang Tol Solo - Ngawi Bakal Dijaga Ketat Polisi, Pemudik Tidak Bisa Lolos

Baca juga: Umat Hindu di Klaten Minta Yoni yang Terdampak Tol Solo-Jogja Tidak Diuruk, Perlu Dilestarikan

Pristi mengatakan pengerjaan ini akan dilakukan secara bertahap.

Ia menuturkan total panjang tol yang melintasi Kabupaten Klaten sekitar 28 kilometer.

"Selain itu, di Kabupaten Klaten akan ada 3 tempat yang akan exit tol yaitu di Kecamatan Ceper, Ngawen, dan Manisrenggo dan 1 rest area di Desa Manjungan, Ngawen," ucap dia.

Baca juga: Bukan Borong Mobil, Pria Klaten yang Dapat Miliaran dari Tol Solo-Jogja Pilih Buat Bangun Mushala

Ia menyebutkan jarak dari exit tol Kartasura sampai exit tol Kuncen Ceper sejauh 13 kilometer.

Kemudian dari exit tol Kuncen, Ceper sampai exit tol Ngawen sejauh 9 kilometer dan exit tol Ngawen sampai exit tol Prambanan sejauh 9 kilometer. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved