Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Alasan di Sragen Belum Terapkan Aplikasi PeduliLindungi : Banyak yang Buta Teknologi & HP-nya Jadul

Di wilayah Kabupaten Sragen hingga kini belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi di tempat publik.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Di wilayah Kabupaten Sragen hingga kini belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi di tempat publik.

Sebelumnya, aplikasi PeduliLindungi digunakan pemerintah untuk melakukan pelacakan terhadap kemungkinan masyarakat yang terpapar covid-19.

Sehingga bagi masyarakat yang terpapar covid-19 bisa terdektsi mobilitasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan belum diterapkannya aplikasi PeduliLindungi karena berbagai alasan.

Baca juga: Momen Sandiaga Uno Dibelikan Tas Kulit Tanpa Jahitan oleh Gibran, Tidak Tunggu Lama Langsung Dicoba

Baca juga: Angin Segar Pariwisata Klaten, Diizinkan Buka: Pengelola Siapkan Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

"Permasalahannya HPnya kan ada yang android, ada yang biasa, jadi tidak semua bisa mengakses teknologi tersebut," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (8/10/2021).

Menurut dia juga karena ada perbedaan tingkat pendidikan dan masih banyak yang buta teknologi informasi atau IT.

Untuk mendapatkan Quick Response (QR) code aplikasi PeduliLindungi, harus mengajukan terlebih dahulu ke Kementerian Kominfo RI yang juga membutuhkan waktu.

"Kalau seperti minimarket, kan kepentingan mereka sendiri, harus mengajukan ke Kkominfo," jelasnya.

Dalam waktu dekat, rencananya aplikasi PeduliLindungi sementara baru akan diterapkan di kantor pemerintah Kabupaten Sragen.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved