Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Alasan di Sragen Belum Terapkan Aplikasi PeduliLindungi : Banyak yang Buta Teknologi & HP-nya Jadul

Di wilayah Kabupaten Sragen hingga kini belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi di tempat publik.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto. 

"Hiburan boleh digelar, dengan maksud menghibur tamu yang datang, yang berjalan dengan tertib," jelasnya.

Dikeroyok saat Hajatan

Ada cerita lain dari warga soal kasus pengeroyokan RA (20) di hajatan Dukuh Batu Kidul, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada Sabtu (2/10/2021). 

Atas peristiwa itu, korban yang berinisial RA (20) mengalami luka di bagian wajah dan dada. 

Sampai saat ini, pelaku dari pengeroyokan tersebut belum tertangkap.

Baca juga: Nasib Pilu Pria Asal Sragen, Dikeroyok saat Hajatan Berlangsung: Alami Luka karena Dilempar Gelas

Baca juga: Catat Warga Wonogiri, Hajatan Masih Dilarang Sampai Capaian Vaksinasi Tinggi

Warga Dukuh Batu Kidul, Supriyanto mengungkapkan korban datang sudah dalam pengaruh minuman keras atau mabuk. 

"Korban datang bersama rombongan sekitar pukul 18.30 WIB, waktu itu sudah dalam keadaan mabuk, dapat dilihat dari cara jalannya yang sempoyongan," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Senin (4/10/2021). 

Penerima tamu dan warga sekitar sebenarnya sudah curiga, terhadap kedatangan tersebut.

Baca juga: Anggota DPR RI Nekat Gelar Hajatan di Solo saat Masa PPKM Level 4, Ternyata Anggota Fraksi PKB 

"Saat salaman dengan penerima tamu mereka sudah sempoyongan, namun tetap kita terima dengan baik, karena mereka ada tamu undangan yang punya hajat, dan masih dalam satu desa," jelas Supriyanto. 

Diduga, korban mabuk setelah menghadiri acara hajatan di dukuhnya, pada siang hari.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved