Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kisah Emak di Solo Bangkit dari Pendemi : Bangkrut, Kini Jual Telur Gulung, Sehari Raup Ratusan Ribu

Ada cerita menyentuh hati datang dari warga Kecamatan Laweyan, Kota Solo yang terdampak pandemi hampir dua tahun ini.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Erya Dewi Prasetyowati (49) tetap semangat melanjutkan hidupnya berjualan telur gulung di kawasan Stadion Manahan, Jumat (8/10/2021). 

"Kalau minyaknya kepanasan engak jadi, terus kalau gulungan gagal juga harus diulang lagi, kuncinya sabar," ungkapnya.

Sebab, selama pembuatan telur gulung memerlukan teknik khusus.

Olahan telur dengan proses pembuatannya telur dikocok, kemudian ditambahkan dengan garam dan penyedap rasa.

Lalu dimasak dengan minyak panas dan digulung dengan tusuk sate.

"Tapi kadang juga pembeli enggak sabar, padahal pembuatan telur gulung itu perlu waktu engak asal jadi," ujarnya.

"Kualitas bahan dijamin, enggak dicampur-campur. Sausnya juga pakai yang premium bukan yang abal-abal makanya banyak yang balik lagi," aku dia.

Pembeli telur gulung, Salsa (21) mengaku langsung jantuh cinta dengan karya penjual tersebut.

"Enak rasanya sekalian nostalgia sama jajanan jadul," jelasnya.

Tak hanya itu, setiap pembeli bisanya merogoh kocek Rp 1.000 untuk 1 tusuk telur gulung.

Dengan harga cukup murah ini, ada yang membeli dengan kisaran Rp 5 - 20 ribu.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved