Breaking News:

Liga Inggris

Berkat Polesan Thomas Tuchel, Kai Havertz Mulai Bangkit : Kepercayaan Diri Juga Jadi Kunci

Kai Havertz sangat senang dengan polesan Thomas Tuchel di Chelsea. Itu membuat kemampuannya berkembang.

TribunSolo.com / AFP
penampilan Kai Havertz saat laga liga Champions Juventus vs Chelsea di Allianz Stadium, 29 September 2021. (Giuseppe Maffia/NurPhoto/AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Kai Havertz sangat senang dengan polesan Thomas Tuchel di Chelsea. Itu membuat kemampuannya berkembang.

Meski memiliki awal yang lambat pada, Havertz tidak panik. Tidak bisa ditampik, musim perdananya memang tidak sesuai ekspektasi.

Tapi, ia memiliki peram besar khususnya saat Chelsea melawan Manchestee City di final Liga Champions.

Havertz menjadi satu-satunya pemain yang memasukan namanya ke papan skor dan membuat Chelsea menjadi kampiun.

Sementara musim ini, ia sudah membubuhkan sembilan penampilan bersama The Blues.

Gol perdananya musim ini dicetak saat Chelsea bermain imbang 1- 1 dengan Liverpool.

"Ketika anda sukses dan mencetak gol yang sangat penting, tentunya itu memberi anda kepercayaan diri, tapi saya pikir itu bukan hanya tentang kepercayaan diri. Saya merasa sangat baik di sini sekarang ini," ujar Havertz dilansir dari Goal.

"Saya mengenal para pemain, saya mengenal para staf, saya mengenal permainan, mengenal lawan-lawan sedikit lebih baik, dan kadang ini juga sangat banyak membantu anda," tambahnya.

Baca juga: Tak Terpakai di Manchester United, Barcelona Ingin Tebus Donny Van de Beek, Biar Reunian Sama Koeman

Baca juga: Dortmund Isyaratkan Lempar Handuk, Haaland Cabut Musim Depan ? Real Madrid Siap Mengantre

Havertz mengatakan Tuchel selalu mengharapkan para pemain untuk selalu memberikan performa terbaik mereka.

"Tapi, bagi saya, kepercayaan diri adalah hal terpenting dalam sepakbola dan ketika anda memilikinya, anda menjadi sangat kuat dan lebih baik. Jadi, ini merupakan kombinasi antara kepercayaan diri dan merasakan lebih di rumah," kata dia.

"Ia selalu mengharapkan banyak hal baik dari anda ketika anda bermain di starting XI, juga ketika anda masuk, jadi anda harus menunjukkan diri anda dan juga pelatih apa yang bisa anda lakukan, bahwa anda siap bermain," imbuhnya.

Harvertz tidak ingin berpuas diri dan ingin terus meningkatkan performanya.

"Saya suka ini karena saya masih muda. Saya harus banyak belajar. Saya tahu itu. Saya masih 22 tahun dan saya memiliki banyak tahun di depan saya," ucap dia.

"Terkadang saya juga ingin tahu kapan saya melakukan sesatu yang tidak bagus. Jadi, bagus buat saya memiliki pelatih yang membantu saya dalam situasi ini dan juga yang selalu ingin meningkatkan kemampuan saya. Ini sangat bagus buat saya," imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved