Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Ditanya Kenapa Masuk Tol Solo-Semarang, 5 Bocah Viral : Bikin Konten Gaya-gayaan, Demi Like & Uang

Mereka dipanggil di Satlantas Polres Boyolali lantaran aksinya membahayakan dirinya dan pengendara di jalur bebas hambatan, Sabtu (9/10/2021).

TribunSolo.com/Tri Widodo
Manager Opration and Maintenance PT TMJ, Fatahillah bersama anggota Satlantas Polres Boyolali mengecek titik yang akan dibangun pagar beton di Jalan Tol Solo-Semarang, Jumat (8/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Di hadapan polisi, sejumlah bocah viral yang masuk Tol Solo-Semarang hanya tertunduk menyesali perbuatannya.

Mereka dipanggil di Satlantas Polres Boyolali lantaran aksinya membahayakan dirinya dan pengendara di jalur bebas hambatan, Sabtu (9/10/2021).

Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni mengatakan kelima anak tersebut dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi terhadap viralnya masuk tol.

Sejumlah bocah masuk ke Tol Solo-Semarang di Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (7/10/2021).
Sejumlah bocah masuk ke Tol Solo-Semarang di Desa Mudal, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (7/10/2021). (TribunSolo.com/@boyolali_info)

Baca juga: Tak Ingin Kecolongan Bocah Masuk Tol, Pagar Tol di Boyolali Ditambah, Pakai Kontruksi Panel Beton

Baca juga: Temuan Petugas Trans Marga Jateng di Lokasi Bocah Masuk Tol Solo - Semarang: Pagar Pengaman Dirusak

"Kelima anak tersebut sudah kami panggil untuk datang ke kantor didamping orang tua masing-masing," ucap Yuli kepada TribunSolo.com.

Lanjut, Yuli mengatakan alasan mereka melakukan aksi nekatnya demi konten semata agar mendapat respon dan uang yang banyak.

"Mereka melakukan hal tersebut untuk cari konten ekstrim dan bikin postingan konten gaya-gayaan seperti itu supaya dapat like dan uang," kat dia.

Lanjut, ia menerangkan kelima orang tersebut merupakan warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Dia menuturkan mereka masih di bawah umur sehingga tidak diberikan sanksi.

"Masih pelajar kelas 8 SMP," ujar Yuli.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved