Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Sebelum Dibangun Belanda, Rawa Jombor Klaten Lebih Luas Lagi: Terbentuk Alami Lebih dari Seabad Lalu

Rawa Jombor yang sekasrang memang terlihat cukup luas.  Mencapai 179 hektar. Tapi ternyata danau alami itu sebelum dibangun lebih luas lagi

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Tri Widodo
Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Obyek wisata Rawa Jombor, Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Rawa Jombor yang sekasrang memang terlihat cukup luas.  Mencapai 179 hektar. 

Tapi ternyata danau alami itu sebelum dibangun tanggul keliling oleh Belanda lebih luas lagi. 

Baca juga: Ternyata di Dalam Rawa Jombor Klaten Ada Pemakaman yang Tenggelam, Umurnya Sudah 100 Tahuh Lebih

Baca juga: Nasib Pemilik Warung Apung di Rawa Jombor Klaten : Mau Dipindah,Ada yang Disegel karena Langgar PPKM

Ketua Paguyuban Perahu Wisata Rowo Jombor, Sutomo mengatakan di tahun 1920 Rawa Jombor sudah ada yang terbentuk secara alami.

Namun di era kolonial Hindia Belanda, tempat tersebut dibangun untuk bendungan waduk.

"Dahulu kondisi danau ini lebih luas daripada kondisi sekarang," ucap Sutomo, kepada TribunSolo.com, Jum'at (8/10/2021).

Dia menerangkan pada tahun 1942 dibuat bendungan di rowo tersebut.

Pasalnya,  ketika hujan deras di sana, menyebabkan perkampungan tersebut menjadi langganan banjir.

Hal tersebut membuat masyarakat di lokasi itu meninggalkan rumahnya ke tempat lebih tinggi.

Kemudian kolonial belanda membangun bendungan itu untuk tujuan waduk untuk irigasi sawah padi, tebu, dan air tidak melebar ke perkampungan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved