Kata Pengamat Politik Tanggapi Mundurnya Sejumlah Kader Partai Ummat: Amien Rais Bukan Jaminan

Dari kondisi saat ini, kehadiran Amien Rais sebagai sang pendiri tidak menjamin partai dapat berdiri secara baik.

Editor: Hanang Yuwono
(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Kolose Amien Rais saat masih menjadi Ketua Majelis Pertimbangan PAN menyampaikan pidato dalam acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta Utara, di Jakarta, Sabtu (28/12/2013). Penampakan Amien Rais saat deklarasi Partai Ummat, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Nama Amien Rais belakangan mendadak menjadi sorotan.

Hal itu berkaitan dualisme kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok yang berakibat mundurnya 26 pengurus DPD pada partai tersebut.

Mundurnya sejumlah kader Partai Ummat pun ditanggapi pengamat politik dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio.

Ia menyebut, jika melihat dari kondisi saat ini, kehadiran Amien Rais sebagai sang pendiri tidak menjamin partai dapat berdiri secara baik.

Baca juga: Neno Warisman & 26 Kader Mundur dari Partai Ummat, Pengurus Ungkap Kondisi Partai Besutan Amien Rais

Baca juga: Setelah Dapat SK Kemenkumham, Partai Ummat Solo Siap Gerilya Cari Kader di Tingkat Kelurahan 

"Kan kehadiran Amien Rais di Partai Ummat walaupun dia berhasil menjadi pendiri PAN bukan menjadi jaminan serta Merta bahwa partai Ummat bisa berdiri besar dan gagah gitu," ucap Hendri saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (10/10/2021).

Atas dasar itu, Hendri mengungkapkan kondisi yang ada di dalam internal Partai Ummat saat ini merupakan ujian awal yang dialami oleh jajaran pengurus hingga pendiri.

Kondisi itu sendiri kata dia, sesutu hal yang wajar yang turut dialami Partai Politik lainnya.

"Jadi ini ujian pertama dan saya rasa bukan hanya Partai Ummat tapi juga partai-partai lain pun saya rasa punya ujian masing-masing pada saat mendirikannya, ini kita lihat Partai Ummat bisa besar atau tidak," bebernya.

Ia mengibaratkan sebuah Partai Politik sebagai bangunan rumah di mana fondasinya harus ditentukan sejak awal pembentukan.

"Ya, membangun partai politik itu sama seperti membangun rumah yang awalnya itu akan sangat sulit karena fondasi partai itu ditentukan di awal pembentukan," katanya.

Atas hal itu, jika merujuk pada kondisi yang terjadi dalam kepengurusan Partai Ummat saat ini, Hendri menyebut kalau kepengurusan Partai berlogo bintang emas itu harus dapat menyelesaikan permasalahan internal partai.

"Ya mungkin memang harus ada yang diselesaikan dari sisi fondasi pembangunan Partai Ummat," ungkap Hendri.

Kendati begitu, dia menilai kalau mundurnya para Pengurus DPD Kota Depok dan sebelumnya dua pendiri Partai Ummat merupakan awal untuk pembentukan partai.

Hal itu bisa dijadikan sebagai restrukturisasi agar Partai Ummat bisa lebih siap dan kokoh lagi sebagai Partai Politik ke depannya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved