Neno Warisman & 26 Kader Mundur dari Partai Ummat, Pengurus Ungkap Kondisi Partai Besutan Amien Rais

Diketahui, usai Agung Mozin dan Neno Warisman, terkini para pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok berjumlah 26 orang menyatakan mundur. Apa alasannya?

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/@amienraisofficial
Pendiri Partai Ummat Amien Rais memberikan sambutan saat deklarasi yang dihadiri banyak tokoh pada Kamis 29 April 2021. 

TRIBUNSOLO.COM - Kabar datang dari Partai Ummat.

Baru seumur jagung, sejumlah pengurus dan kader Partai bentukan Amien Rais, Partai Ummat ramai-ramai mengundurkan diri.

Hal itu pun menuai pertanyaan masyarakat. Apakah ada permasalahan di internal Partai Ummat?

Diketahui, usai Agung Mozin dan Neno Warisman, terkini para pengurus DPD Partai Ummat Kota Depok berjumlah 26 orang menyatakan mundur.

Baca juga: Setelah Dapat SK Kemenkumham, Partai Ummat Solo Siap Gerilya Cari Kader di Tingkat Kelurahan 

Baca juga: Sindiran Partai Ummat Solo untuk PAN : Tak Diminta, Merengek-rengek Ikut Koalisi Pemerintahan Jokowi

Padahal, Neno Warisman, anggota Majelis Syuro dan Agung Mozin, Sekretaris Dewan Majelis Syuro Partai Ummat, tercatat salah seorang pendiri partai ini.

Bahkan eks Wakil Ketua DPD Partai Ummat, Syahrial Chan mengatakan sekarang sudah ada 31 orang yang mundur di DPP Partai Ummat Kota Depok.

"Hanya saja belum terdata, tetapi sudah menyatakan mundur," kata Syahrial.

Selain pengurus, diketahui juga seluruh pengurus dari empat DPC Partai Ummat Kota Depok membubarkan diri.

Keempatnya DPC yakni DPC Partai Ummat Kecamatan Cilodong, DPC Partai Ummat Kecamatan Beji, DPC Partai Ummat Kecamatan Pancoran Mas, dan DPC Partai Ummat Kecamatan Sukmajaya.

Lalu apa alasan para kader dan pengurus Partai Ummat itu mengundurkan diri?

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Ummat Chandra Tirta Wijaya mengatakan dualisme kepemimpinan memang terjadi di beberapa dewan pimpinan daerah (DPD).

Chandra sendiri menegaskan Dewan Pimpinan Pusat Partai Ummat tetap solid.

"Maksudnya dualisme di beberapa DPD, bukan pusat. (Kalau pusat) solid," kata Chandra, Rabu (6/10/2021) lalu.

Chandra mengatakan dualisme kepengurusan itu terjadi karena kader di daerah sangat antusias untuk memimpin partai.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved