Breaking News:

Cerita dari Solo

Sejarah Persis Solo : Simbol Perlawanan, Berawal Sakit Hati Pribumi atas Klub Milik Sinyo Belanda

Klub bola zaman kolonialisme Belanda bernama Vorstelandshe Voetbal Bond (VVB), menjadi embrio Persis Solo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM
Pasoepati saat mendukung Persis Solo melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan Solo, Minggu (25/2/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Persis Solo menyentak menjadi tim sepakbola lokal yang awalnya sepi, kini jadi yang paling menarik perhatian publik bola Tanah Air.

Apa lagi kalau bukan fakta bila Persis Solo dimiliki oleh anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dan menjadi klub kaya raya.

Baca juga: PSIM Jogja vs Persis Solo Belum Digelar, Spanduk Mataram is Red Ditebar, Gibran : Sudah Dicopot 

Persis Solo, meski 'hanya' berlaga di Liga 2, menjadi tim yang rakus membeli pemain-pemain top.

Tapi, bagaimana sebenarnya sejarah dan asal-usul berdirinya Persis Solo?

Klub bola zaman kolonialisme Belanda bernama Vorstelandshe Voetbal Bond (VVB), menjadi embrio Persis Solo.

Dilansir dari berbagai sumber, VVB didirikan akhir Maret 1923.

VVB, sang cikal bakal Persis Solo ini dibentuk oleh 4 klub bola asal Solo, yakni : Perhimpoenan Djawa Voetbalen R.O.M.E.O ; Legioen ; De Leeuw ; dan M.A.R.S.

Alasan pendirian ? Mereka merasa dianaktirikan klub-klub sepak bola Belanda dan Thionghoa saat itu.

Dilansir dari Jurnal Sejarah UNESA Avatara, ide empat klub membentuk VVB dieksekusi pada bulan November 1923.

Mereka menggelar rapat setelah laga sepakbola antara klub veteran asal Solo dan Yogyakarta.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved