Breaking News:

Cerita dari Solo

Sejarah Persis Solo : Simbol Perlawanan, Berawal Sakit Hati Pribumi atas Klub Milik Sinyo Belanda

Klub bola zaman kolonialisme Belanda bernama Vorstelandshe Voetbal Bond (VVB), menjadi embrio Persis Solo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM
Pasoepati saat mendukung Persis Solo melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan Solo, Minggu (25/2/2018). 

Setelah pertandingan selesai, pengurus 4 klub itu lalu rapat pembahasan pembentukan VVB dilakukan di Hotel Slier Solo.

Hotel Slier Solo kini telah tak ada lagi.

Bangunannya di pusat Kota Solo kini digunakan sebagai kantor Bank Indonesia Surakarta.

VVB pun terlahir dengan tujuan khusus saat itu, yakni menyaingi klub-klub sepak bola bentukan Belanda khususnya, seperti Voetbal Bond Soerakarta (VBS).

Tahun itu sekaligus dimulainya kick-off kompetisi yang diinisiasi PSSI dengan perserta klub dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Solo.

Dalam kompetisi itu, klub Solo cuma bisa nangkring di posisi ke-4, alias terakhir.

Kemudian pada 13 Mei 1933, VVB akhirnya berubah nama menjadi PERSIS.

Sebuah singkatan yang merupakan kepanjangan dari Perikatan Sepak Raga Seloeroeh Soerakarta (Persis).

Nah, dalam perkembangannya, Persis mulai moncer dalam kompetisi sepak bola nasional.

Mereka berhasil menyabet juara kompetisi PSSI tahun 1935 setelah mengalahkan PPVIM Jatinegara dan PPSM Magelang.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved