Breaking News:

Cara PLN Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Melon di Blora, Pelaku Usaha Kini Makin Tenang

Program Electrifying Agriculture PLN telah dimanfaatkan banyak pelaku usaha agribisnis di Jawa Tengah.

Editor: Hanang Yuwono
PLN via TRIBUNSOLO.COM
Program Electrifying Agriculture PLN yang telah dimanfaatkan banyak pelaku usaha agribisnis di Jawa Tengah 

TRIBUNSOLO.COM, BLORA - Program Electrifying Agriculture PLN telah dimanfaatkan banyak pelaku usaha agribisnis di Jawa Tengah.

Para pelaku usaha mulai dari sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan pun memberikan apresiasi.

Diketahui, dalam program ini PLN menawarkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal bagi para pelaku usaha.

Baca juga: Aneka Fitur Canggih di PLN Mobile: Pelanggan Kini Bisa Beli Token Rp 5 Ribu, Cukup dari HP

Baca juga: Listrik di Stadion Manahan Sempat Padam Sebelum Derby Mataram Dimulai, PLN : Ada Gangguan Temporer

Electrifying Agriculture saat ini telah merambah ke sektor perkebunan, salah satunya kebun melon yang dikelola oleh BumDes Samin Mandiri yang berada di Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora.

Peresmian penyambungan listrik daya 5.500 VA yang mensuplai Kebutuhan Listrik Kebun Melon dengan sistem Hidroponik ini diselenggarakan pada Rabu, (13/10).

Acara ini dihadiri oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, M. Irwansyah Putra, Bupati Blora, Arif Rohman beserta jajarannya, dan Ketua BumDes Samin Mandiri, Sugeng Kurniawan.

"Program ini merupakan komitmen PLN untuk mengambil bagian dalam terwujudnya pertanian Indonesia yang modern. Dengan listrik PLN, kami harapkan dapat menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien kepada para petani," terang Irwansyah dalam sambutannya.

Irwansyah berharap dengan masuknya listrik, produktivitas akan semakin baik dan biaya operasional semakin murah serta ramah lingkungan.

Ketua BumDes Samin Mandiri mengungkapkan semenjak menggunakan listrik PLN, produktivitas pun meningkat.

"Ini sebenarnya tanaman melon yang kedua kalinya, yang pertama sudah berjalan dan sudah panen namun saat itu belum ada listrik sehingga pertumbuhan melonnya tidak maksimal karena kekurangan air. Untuk tanaman yang kedua alhamdulillah mendapat bantuan listrik," ungkap Sugeng dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Rabu (13/10/2021).

Sebelumnya, 2 Lokasi Gedung perkebunan melon milik BumDes yang masing-masing berkapasitas 1.300 dan 1.700 benih melon ini mengunakan sistem manual.

"Kami mengucapkan terima kasih sebagai wakil dari pemerintah desa dan juga BumDes karena ini sangat sangat bermanfaat sehingga ke depan dapat berproduksi lebih maksimal," tambahnya.

Senada dengan Sugeng, Bupati Blora menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas terwujudnya program Electrifying Agriculture di wilayahnya.

"Ini salah satu program PLN yang sangat luar biasa, saya sangat apresiasi, karena memang kendala di Blora ini salah satunya air, kalo ada listriknya saya kira ini akan sangat membantu", kata Arif.

Ke depannya, diharapkan sinergi antara PLN dengan pelaku usaha agrikultur maupun Pemda akan semakin erat dan harmonis kedepannya sehingga dapat bermanfaat bagi pembangunan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Kabupaten Blora terutama di masa pandemi ini.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved